Revo Suladasha & Yuk Tukoni, Menggandeng UMKM Yogya Bertahan Saat Pandemi

 

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu

Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat
Penuh selaksa makna

Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja

Yogyakarta-KLA Project

Siapa yang tak tergiur dengan lele mangut dengan kuah kemerahan racikan Warung Mbah Marto, kuliner legendaris dari Bantul, Yogya? Jika pernah mencicipinya, maka rasanya akan susah ditandingi oleh mangut lele lainnya. 

Baca Juga: Galih Suci Guru Kreatif Semarang


Revo Suladasha, Inisiator Yuk Tukoni  Menggandeng UMKM Kuliner Yogya
Revo Suladasha Insiator Yuk Tukoni

Sebuah masakan tak hanya melulu soal rasa. Tapi, juga kenangan yang dibawanya serta saat kita mencicipinya. Suatu makanan akan melemparkan kita pada suatu kenangan di masa silam. Seperti aku yang akan selalu terkenang rujak lotis jalan Gejayan di Yogya karena pernah menikmatinya berdua dengan sang mantan, uhuk.

Maka, tak heran, jika Mangut Lele Mbah Marto ini kemudian menjadi salah satu kuliner yang laris manis dipesan di Yuk Tukoni, bisnis kreatif besutan Revo Suladasha dan Eri Kuncoro.

Pesanan Mangut Lele Mbah Marto tak hanya datang dari Kota Yogya saja tapi juga dari berbagai kota besar di Indonesia. Mungkin dipesan oleh mantan mahasiswa hobi nongkrong di warungnya saat kuliah di Yogya, atau wisatawan yang pernah mampir di warungnya saat berlibur di Yogya? Bisa jadi.

Tak pernah disangka, kita akan bisa menikmati Mangut Lele Mbah Marto atau Mi Ayam Bu Tumini yang legendaris di Yogya dalam bentuk kemasan plastik yang vakum dan rapi dikirim hingga pulau lain di Indonesia tanpa basi? Semua jadi mungkin karena kreativitas man behind the marketplace Yuk Tukoni, Revo Suladasha dan Eri Kuncoro.

Berawal dari Sebuah Keprihatinan

Tahun 2020 baru saja menginjak bulan ketiga, Ketika badai Covid menghantam Indonesia. Segala sektor porak-poranda, seluruh lapisan masyarakat terkena dampaknya. Termasuk perekonomian masyarakat Yogya. Yogya yang dikenal sebagai kota pariwisata dan kuliner yang ngangenin pun tak terkecuali terkena imbasnya. Kunjungan wisatawan menyusut drastis, mahasiswa yang turut menghidupi Yogya kembali ke kota asalnya masing-masing sehingga perekonomian Yogya makin terpuruk.

Revo Suladasha, Inisiator Yuk Tukoni  Menggandeng UMKM Kuliner Yogya
Melakukan pemotretan produk UMKM untuk Yuk Tukoni

Revo yang memiliki nama asli Revo Al Imran Sulaeman ini merasa prihatin karena satu-persatu UMKM kuliner milik teman-temannya di grup komunitas kuliner, tumbang. Kedai dan restoran yang tidak bisa berjualan mulai kehilangan pelanggan, dan bersiap-siap menutup usaha mereka secara permanen. Semua pengusaha UMKM menjerit, situasi mereka benar-benar di ujung tanduk.

Hal yang tak terbayangkan sebelumnya karena usaha kuliner di Yogya adalah primadona dan berjaya di tengah pesatnya pariwisata Yogya dan ikon Yogya sebagai kota pendidikan. Ya, usaha kecil menengah di Yogya ada sekitar 262 ribu dan sekitar 40% diantaranya adalah pengusaha bidang kuliner. 

Ya, Revo memang seorang pekerja keras dan terbiasa disiplin, buah didikan orang tuanya. Ayahnya adalah anggota TNI sedangkan ibunya adalah seorang guru. Mereka mendidiknya untuk menghargai waktu dan selalu disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Ketika mengerjakan satu hal, ia akan fokus dan ulet.

Baca Juga: Rahasia Bahagia Komika Ardit

Yang biasanya menjual ratusan porsi sehari di warungnya, kini hanya bisa menjual sepuluh porsi sehari karena lockdown, pembeli enggan keluar rumah.

Lelaki empat anak yang sudah berkecimpung di bidang kuliner belasan tahun ini, tergerak untuk melakukan sesuatu. Niatnya sederhana, hanya ingin membantu teman-temannya.

Berawal dari Instagram, Yuk Tukoni Berdiri

Revo lalu menggandeng temannya Eri Kuncoro yang berprofesi sebagai konsultan marketing untuk membuat marketplace bernama Yuk Tukoni. Mereka berniat membantu penjualan kuliner Yogya yang terdampak pandemi. Agar lebih mudah dan tanpa biaya, ia membuat akun marketplace di Instagram. Akunnya diberi nama @yuktukoni dicomot dari kalimat bahasa Jawa, artinya ayo dibeli.


Revo Suladasha, Inisiator Yuk Tukoni  Menggandeng UMKM Kuliner Yogya
Instagram Yuk Tukoni 

Revo Suladasha, Inisiator Yuk Tukoni  Menggandeng UMKM Kuliner Yogya
Testimoni pelanggan Yuk Tukoni

Idenya terbilang sederhana. Ia memotret produk kuliner teman-teman UMKM secara profesional. Kemudian, mereka akan membuat desain foto yang eye catching ala Yuk Tukoni untuk diunggah ke Instagram lengkap dengan story telling yang membuat calon pembeli ngiler ingin mencicipi produknya.


Ya, Ia berniat membantu pengusaha kuliner memasarkan produk mereka, sekaligus memenuhi keinginan para pelanggan untuk menikmati kuliner favorit tanpa keluar rumah. Saat pertama kali memulai usaha di bulan Mei 2020, ada 10 produk UMKM yang dipajang di Instagram Yuk Tukoni.

Setelah beberapa waktu, ternyata cara promosi ini membuahkan hasil menggembirakan. Satu-persatu pesanan berdatangan melalui DM IG dan WA, ingin memesan produk yang dipajang di Instagram. Para pengusaha kuliner mitra mereka pun kini bernafas lega, memulai produksi kembali.

Lebih Serius Mengelola Yuk Tukoni

Revo dan Eri pun memikirkan untuk lebih serius mengelola Yuk Tukoni. Satu-persatu pengusaha UMKM kuliner pun meminta bergabung jadi mitra dan ingin agar produknya dipromosikan di Yuk Tukoni karena melihat prospek yang bagus. Jumlah pengikut Yuk Tukoni di Instagram pun berkembang pesat, kini mencapai 23 ribu pengikut!

Dengan tagline Tukoni Solusi Kebutuhan Pangan Halal, Higienis, Hemat ini Revo pun optimis dengan usaha mereka. Keduanya menyambut siapa saja yang ingin bergabung di Yuk Tukoni dengan syarat produknya berupa makanan dan minuman. Juga produk dibuat dengan higienis, halal dan produksinya berkelanjutan. Dalam artian, produknya selalu tersedia kapan pun ada pesanan.

Revo Suladasha, Inisiator Yuk Tukoni  Menggandeng UMKM Kuliner Yogya
Mengecek frozen food di warehouse

Revo mulai mencari tempat berupa gudang untuk menampung produk dari berbagai UMKM ini. Syukurlah, ada seorang teman yang meminjamkan tempatnya secara gratis. Revo kini memiliki kantor untuk mengurus Yuk Tukoni. Tak hanya itu, ia juga membeli alat vakum makanan, dan alat pengemasan hingga kotak pendingin/chiller dari koceknya sendiri. Ia berusaha mencari harga termurah yang penting ada alat untuk bergerak, mulai usaha dulu.

Seiring berjalannya waktu, Yuk Tukoni tak hanya memotret dan mengunggah foto produk ke Instagram. Mereka juga mengemas ulang produk UMKM ini dengan kemasan yang lebih rapi dan aman agar bisa dikirim ke kota lain tanpa rusak. 

Misalnya, sate ayam Samirono dan mi ayam Bu Tumini akan dibungkus dalam kemasan vakum atau dalam bentuk makanan beku agar lebih tahan lama.

Untuk produk yang belum memiliki jenama, Yuk Tukoni akan membantu memberikan nama jenama yang menarik. Tak hanya itu, untuk produk UMKM yang bergabung di Yuk Tukoni harus melalui pengecekan kualitas setiap hari. Jangan sampai, pelanggan kecewa akan kualitas produk pesanan mereka.

Ide Menggandeng Kuliner Legendaris di Yogya

Agar usahanya makin berkembang dan menarik pelanggan lebih banyak, Revo memiliki strategi jitu menggandeng usaha kuliner legendaris dan banyak penggemarnya di Yogya misalnya saja Sate Ayam Samirono dan Mangut Lele Mbah Marto.

Revo Suladasha, Inisiator Yuk Tukoni  Menggandeng UMKM Kuliner Yogya
Mangut Lele Mbah Marto dikemas dengan vakum

Sehingga pelanggan yang awalnya tertarik memesan menu-menu legendaris, kemudian akan melirik produk-produk UMKM lain di Yuk Tukoni. Karena itulah, kita jadi bisa menikmati mangut lele Mbah Marto dari Bantul walaupun kita tinggal di Bogor, misalnya. Ahh, bahagianya!

Usaha ini semakin berkembang pesat. Pekerjaan pun tak bisa lagi dilakukan berdua saja. Revo pun mulai memperkerjakan karyawan untuk bagian administrasi, pengemasan hingga pengiriman. Karena harus membayar gaji karyawan dan lainnya, Lelaki yang pernah mengenyam pendidikan manajemen di STIE YKPN ini pun menetapkan biaya konsinyasi sebesar 15 persen untuk menutupi biaya operasional mereka. Tapi, tidak mengikat sesuai kemampuan pengusaha UMKM tersebut. 

Yuk Tukoni Menggandeng Lebih Banyak Lagi UMKM Kuliner

Kru Yuk Tukoni pun pindah menempati kantor sendiri yang terletak di kawasan Babarsari, Sleman Yogya. Ruko ini menjadi toko dan warehouse di mana pembeli bisa memesan berbagai produk dari banyak merek atau jenama berbeda lewat satu aplikasi. Lebih hemat biaya ongkos kirim, bukan?

Hingga saat ini, ada 120 UMKM dari Yogya dan Jateng hingga Madiun yang bergabung menjadi mitra di Yuk Tukoni. Produknya semakin beragam mulai dari mi, keripik, kering tempe, sari buah hingga sambal tersedia di Yuk Tukoni.

Revo Suladasha, Inisiator Yuk Tukoni  Menggandeng UMKM Kuliner Yogya
Pegawai di Warehouse Yuk Tukoni

Revo Suladasha, Inisiator Yuk Tukoni  Menggandeng UMKM Kuliner Yogya
Deretan lemari pendingin di Warehouse Yuk Tukoni

Mereka telah menjual sekitar 1600 jenis produk secara daring melalui Instagram dan web www.yuktukoni.id. Area pesanan Yuk Tukoni kini sudah merambah ke delapan kota besar di Indonesia diantaranya Jabodetabek, Bandung, Surabaya hingga Denpasar. Sekitar 50 persen pesanan datang dari Jakarta.

Tak hanya itu, Yuk Tukoni kini memiliki beberapa toko fisik, satu diantaranya bernama Pawon Bebarengan di Mal Ambarukmo Plaza. Kini,  mereka juga mengembangkan aplikasi Yuk Tukoni agar pelanggan lebih mudah memesan berbagai produk kuliner favorit dengan satu klik.

Banyak pengusaha kuliner terbantu dengan adanya Yuk Tukoni dan mengaku puas menjadi mitra mereka. Misalnya saja Mi Ayam Bu Tumini ini pesanan dari Yuk Tukoni bisa 200 porsi per dua hari! Begitu pula dengan Mangut Lele Mbah Marto yang pesanannya di Yuk Tukoni mencapai 150 porsi frozen food setiap minggu. Wow, sangat membantu banget untuk penjualan produk kuliner para pengusaha UMKM ya.

Apalagi, saat pandemi bulan Maret pecah, Pak Poniman pengelola Mangut Lele Mbah Marto praktis menutup usahanya selama tiga bulan. Ia tak berani membuka warungnya apalagi pelanggannya kebanyakan berasal dari luar kota.

Berbagai Kendala Mengelola Yuk Tukoni

Tapi, tak semua yang direncanakan bisa berjalan mulus. Termasuk bisnis Yuk Tukoni. Revo pun beberapa kali mengalami masalah. Salah satunya adalah ketika produk yang dipajang laris dipesan tapi ternyata produsen tak sanggup memenuhi pesanan yang ada. Hal ini tentu saja membuat calon pembeli kecewa. Revo dkk berusaha menggandeng pihak produsen agar mampu menggenjot produksi agar pesanan terpenuhi tapi ada juga produsen yang pesimis dan menyerah sebelum mencoba.

Padahal, Revo tak jarang turun tangan dengan menyediakan tenaga kerja tambahan untuk membantu produksi. Ada pula UMKM yang kekurangan modal tapi saat akan dibantu permodalan oleh Yuk Tukoni malah dicurigai yang tidak-tidak.

Revo Suladasha, Inisiator Yuk Tukoni  Menggandeng UMKM Kuliner Yogya
Keluarga adalah pendukung nomor satu untuk Revo

Ya, bagi Revo tak ada usaha sukses yang dibangun dalam waktu semalam. Semua ada lika-likunya. Mulai dari menemukan ide yang mungkin dicemooh orang, membentuk tim yang solid, hingga mengekseskusi ide kreatif dengan modal dan peralatan seadanya adalah tantangan yang harus dilewati. Bagi Revo, bisnis tak hanya soal cuan atau uang. Bisnis adalah sebuah komitmen dan tanggung jawab yang harus dipikul.

Saat ini, selain berusaha memenuhi pesanan para pelanggan dan membuat berbagai inovasi, Yuk Tukoni juga memberikan berbagai pelatihan gratis terkait pemasaran produk serta berusaha mengembangkan mindset berwirausaha pada rekan-rekan UMKM. Hal ini dilakukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan para pelaku UMKM agar lebih berkembang lagi usahanya.

Berhasil Meraih Satu Indonesia Award 2020

Ya, tak disangka sepak terjang lelaki kelahiran Bandung 23 Mei 86 membantu usaha UMKM kuliner ini mendapat ganjaran Anugerah Satu Indonesia Award kategori Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19. Bersama empat finalis lainya, ia meraih penghargaan kategori khusus dari Astra karena sumbangsihnya membantu sesama di bidang ekonomi saat pandemi.


Revo Suladasha, Inisiator Yuk Tukoni  Menggandeng UMKM Kuliner Yogya
Bersama Pak Eri Kuncoro bangun Yuk Tukoni

Revo merasa bahwa apa yang diperbuatnya ini tak istimewa, dan juga dilakoni oleh orang lain di masa pandemi. Semua orang dipaksa untuk berpikir out of the box dan kreatif agar tetap bisa bertahan di masa sulit ini.  Revo memilih cara berkolaborasi dengan berbagai pihak agar bisa sama-sama maju. Menurut Revo, gotong-royong adalah jalan rahmat.

Apa harapan Revo setelah mendapatkan penghargaan ini? 

Bersama Pak Eri Kuncoro, Revo akan terus berjuang meraih impian mereka agar Yuk Tukoni menjadi rumah bagi UMKM kuliner seluruh Indonesia. Landasan gerakan Yuk Tukoni adalah memberi manfaat seluas-luasnya bagi UMKM kuliner karena mereka yakin kualitas produksi UMKM sangat mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional. Wow, mimpi yang keren. 

Apa pesan Revo untuk para pembaca Semarang Coret?

"Terus bergerak walau berjarak! Menyelesaikan masalah yang dihadapi banyak orang adalah suatu kepuasan tersendiri. Jadilah manusia yang senantiasa bisa bermanfaat bagi sebanyak-banyak nya orang, dengan kemampuan kreatifitas kita."

Sukses selalu untuk Yuk Tukoni. Jangan lupa mampir di Yuk Tukoni dan tuku sing akeh yo! (Penulis: Bagus Priyanbada)

Sumber Foto: Revo Suladasha

Komentar

  1. Wah, keren banget ini idenya. Selalu ada berkah di setiap musibah. Semoga Yuk Tukoni semakin berkembang dan bisa membantu UMKM di Indonesia

    BalasHapus
  2. Wah sayang banget ya kalau sampai ada produsen yang menyerah sebelum mencoba untuk meningkatkan jumlah produksinya. Padahal sudah dibuatkan jalur pemasaran yang bagus.

    Saya jadi kangen sate ayam samirono nih, mau cek di YukTukoni ah

    BalasHapus
  3. pandemi justru bikin banyak manusia makin kreatif ya dan bisa menghasilkan inovasi keren buat membantu sesama

    BalasHapus
  4. Menikmati makanan di satu tempat dengan seseorang yang istimewa, apalagi, hehe...pastilah akan menerbangkan pikiran kita ke alam kenangan yang indah. I had been there too, lho...

    BalasHapus
  5. aku jadi pengin nyobain sendiri nih kulinernya.. keren banget inovasinya.

    BalasHapus
  6. Masya Allah pintar sekali menangkap peluang. Semakin banyak UMKM yang terbantu

    BalasHapus
  7. Berkshire pandemi yang nggak tampak di mata ya Mba, orang2 jadi lebih kreatif dan melihat kesempitan sebagai peluang untuk berkembang

    BalasHapus
  8. Subhanallah keren banget.. Di masa pandemi ini memang kita dipaksa untuk berpikir kreatif ya. Mau ah nyobain yuk tukoni juga!

    BalasHapus
  9. Ide kreatif dari Revo dan mitranya dalam Yuk Tukoni akan membantu UMKM saat pandemi..Semoga makin banyak inisiator seperti ini karena saya sebagai pembeli pun bakal terjembatani. Cuss, kepoin Yuk Tukoni, pas lagi enggak mudik, biar tetap bisa makan menu kenangan dari kampung halaman

    BalasHapus
  10. Keren nih Mak. Aku jadi penasaran, pengen lihat-lihat siapa tahu ada yang cocok ya hehehe

    BalasHapus
  11. Wah aku baru tahu nih ada Yuk Tukoni ini. Keren ide dan eksekusinya, pantas dapat penghargaan! Semoga sukses selalu Yuk Tukoni

    BalasHapus
  12. Aku jadi kangen makan mangut Lele ini, wah ini pengiriman bisa ke Jakarta juga dong ya karena mengemas dengan menggunakan vakum. COba kita intip dulu Tukoni.

    BalasHapus
  13. Keren dan inovatif
    Secara tak langsung telah membantu para UMKM untuk semangat dan kembali berjuang dengan usaha yang digelutinya meski Pandemi belum ketahuan kapan akan usai

    BalasHapus
  14. Keren banget ya idenya mas Revo untuk membantu para pengusaha kuliner yang terdampak covid. Semoga banyak yang terbantu

    BalasHapus
  15. Salut sama bang Revo. Kreativitas memang diperlukan untuk mengatasi sebuah masalah. Misalkan saja saat ini. Mungkin banyak yang merasa bahwa pelanggannya turun. Seharusnya jalan keluar bukannya menutup kedai. Tapi bagaimana menjaga agar pelanggan merasa aman dan nyaman saat mengunjunginya. Atau kalau nggak bagaimana caranya pelanggan tetap bisa menikmati produknya tanpa harus datang ke kedai.

    Contonya saja Yuk Tukoni ini. Keren.

    BalasHapus
  16. Waah kreatif bgt yaa...
    Jd lebih luas nih pasarnya klo dikemas kayak ginim
    Mba dew, yuk tukoni artinya ayo dibeli bukan yaa?
    Bahasa jawa kan itu?

    BalasHapus
  17. Masyaallah ini idenya keren banget mbak. Sederhana ya padahal dan bisa banget diikuti kita2 supaya bisa ikut bantu UMKM. Moga2 makin banyak UMKM yg terbantu berharap di semarang juga ada yg kek gini ya mbak

    BalasHapus
  18. Wah jadi inget sama program yang diangkat oleh Ketua Dharma Wanita FT Undip namanya estu mundhut mirip sam aidenya Mas Revo..semoga sukses terus usaha para pelaku UMKM dan inisiator program yang kreatif seperti ini aamiin

    BalasHapus
  19. Ya Allah...Kisah sukses itu memang bikin terharu yaa..
    Sekaligus bikin orang merasa iri bila gak tau bagaimana perjuangannya.
    Pasti awal-awal pandemi adalah masa yang paling sulit yaah...

    BalasHapus
  20. Auto ikutan nyanyi dulu dengan sebagian lirik Yogyakarta-nya KLA Project ^^
    Asyik, sekarang ketambahan lagi referensi kuliner Jogja di Yuk Tukoni.
    Manalagi berkonsep UMKM. Semoga jadi penggerak untuk lahirnya bisnis sejenis dan kuliner khas Jogja pun semakin mendunia.
    Yummm

    BalasHapus
  21. Keren ya mb usaha yg dilakukan Eri dan Revo ini pasti nya sangat membantu para pelaku UMKM yg kolaps selama pandemi ya..smoga diikuti oleh anak muda lainnya

    BalasHapus
  22. MasyaAllah Teh, salut banget ama perjuangan keduanya. Memang kudu saling bahu membahu, nama brandnya tukoni enak banget dirungoke

    BalasHapus
  23. MasyaAllah... Inspiratif banget! Salut dan terharu aku baca tulisan ini.

    Berkah manfaat, Mas Revo dan tim! Semoga makin berkembang.

    Kujadi pengen Mangut Lele Mbah Marto yang legendaris itu... Kalau harus datang ke Jogja, entah kapan baru bjsa ke sana 😅

    BalasHapus
  24. Berharapnya sih di seluruh wilayah Indonesia, muncul Revo Revo yang lain, yang tentunya akan sangat membantu naiknya kembali roda perekonomian para pemilik usaha kecil ya. Pandemi bisa saja masih terus berjalan, namun ikhtiar tak boleh padam. Salut dengan kreativitas dan niat tulus Mas Revo dalam membantu sesamanya.

    BalasHapus
  25. Waah keren sekali ya mbak penggagas Yuk Tukoni ini. Tidak hanya membantu para pengusaha UKMM untuk bertahan di tengah pandemi, tapi juga membantu kita membeli makanan yang kita inginkan.

    BalasHapus
  26. Alhamdulillah semakin banyak yang mulai membantu UMKM ya mbak, sangat bermanfaat dan bisa dijadikan pencetus ide. Aku juga disini udah beberapa kali bantu UMKM untuk cuma-cuma memasarkan produk mereka. InsyaAllah berkah.

    BalasHapus
  27. Kereeeen, enggak gampang buat gandeng UMKM dan babat alas pasar. Ellfaz masih megap-megap nih, Mbak. Semoga bisa mengikuti jejak Tukoni.

    BalasHapus
  28. Keren bgt ya mba, saat pandemi gini dan msh bisa berkreatifitas dg memberi banyak manfaat buat orglain

    BalasHapus
  29. Indonesia memang butuh generasi generasi jenius dan kreatif begini untuk bisa menjadi tangan penolong orang banyak, terlebih di kala pandemi gini ya. Suka bangettt dengan idenya apalagi namnya. Yuk tukoni alis dibeli dooooong

    BalasHapus
  30. Yuk, tukoni. Jo lali biar UMKM laris manis karena disaat ekonomi besar down, UMKM bisa jadi penyanggah ekonomi negara loh

    BalasHapus
  31. masyaallah keren banget nih idenya ya mbak, luar biasa semangatnya. Apalagi disaat pandemi seperti ini dimana UMKM sangat butuh bantuan untuk bergerak. Aku baru tahu yuktukoni ini ya dari postingan ini, sangat bermanfaat sekali. Makasih mbak ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar