Aksi Ikan untuk Anak, Cegah Balita Kelaparan di Indonesia

Morning Sedulur,

Sangat mengagetkan ketika mengetahui hasil riset Foodbank of Indonesia menemukan 27% balita di Indonesia tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Sarapan bagi para ibu dari keluarga menengah ke bawah ini dianggap tidak penting, atau mereka dihadapkan pada kenyataan belum ada yang bisa dimakan pada pagi itu.


Aksi Ikan untuk Anak Indonesia FOI

Pandemi Covid19 yang melanda Indonesia sejak Maret lalu pun memperburuk situasi ini. Banyak kepala keluarga yang di-PHK dan mengakibatkan nyaris lumpuhnya perekononian keluarga. Jangankan untuk memikirkan kebutuhan pendidikan, papan, dan lainnya, banyak keluarga bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Hal ini tentu saja bisa mengakibatkan anak dan balita mengalami stunting akibat kekurangan gizi. Sedih!

Untuk itu, kita sebagai anggota masyarakat tak boleh berpangku tangan. Harus bahu-membahu dan memperhatikan sekeliling kita. Adakah tetangga kita yang butuh bahan pangan? Di Jawa Tengah, ada program Jaga Tonggo termasuk di lingkungan RW ku.
Setiap keluarga yang ingin berpartisipasi bisa menyumbang bahan pangan atau sembako setiap minggu untuk dikumpulkan di balai desa. Bungkusan sembako ini akan diambil oleh keluarga yang membutuhkan bahan pangan. Sehingga setiap keluarga di lingkungan kita terjamin kecukupan bahan pangannya.

Aksi 1000 Bunda Untuk Indonesia

Melihat situasi memprihatinkan terkait pandemi dan balita kelaparan, Foodbank of Indonesia (FOI) bergerak untuk membantu masyarakat mencari solusi penanganan masalah pangan dan gizi. Salah satu gerakannya adalah melakukan  Aksi 1000 Bunda Untuk Indonesia.

Aksi Ikan untuk Anak Indonesia FOI

FOI bekerja sama dengan 5.800 orang bunda yang terdiri dari kader PKK, PAUD, dan lainnya yang menjadi relawan untuk membantu menyediakan kebutuhan pangan bagi ribuan anak. Keren ya! Aksi mereka diantaranya mengajarkan masyarakat memanfaatkan lahan di rumah untuk menanam sayuran dan pangan lokal lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Para bunda ini juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan memiliki sanitasi yang bersih. Keduanya sangat penting untuk mencegah penyakit akibat sanitasi yang tidak layak.

 

Aksi Ikan untuk Anak

 

Nah, Senin lalu (09/11), rangkaian Aksi 1000 Bunda kembali dilakukan. Atas inisiasi Foodbank of Indonesia bersama Fakultas Teknologi Pertanian UGM dan BeeJay Bakau Resort, ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar mengonsumsi ikan sebagai pangan lokal yang murah dan bergizi.

 

Mereka mengusung Program Aksi Ikan untuk Anak #IUAK. Sebagai bentuk dukungan, Beejay Bakau Resort telah menyumbangkan 1.2 ton ikan laut produk Beejay Seafood untuk program ini. Hebatnya, Program ini memberikan menu ikan untuk 20 ribu anak di 7 provinsi!

Untuk itulah, pagi itu secara simbolis Penggagas FOI Hendro Utomo bersama perwakilan FTP

Aksi Ikan untuk Anak Indonesia FOI

UGM dan Beejay Bakau Resort membagikan menu berupa ikan untuk para anak PAUD yang hadir di SDN Johar Baru 10 Pagi Jakarta.

Peluncuran IUAK ini diadakan di 3 lokasi yaitu: DKI Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dalam waktu yang berbeda. Acara ini bertema Bunda Sebagai Pahlawan Pangan bagi Balita.

Baca Juga: Resep Bahagia Komika

800 Bunda PAUD bergabung dalam peluncuran IUAK ini dan bekerja sama bahu- membahu memasak menu berupa nasi, sayuran dan lauk ikan laut untuk 12 ribu balita di DKI Jakarta. Serta 8000 balita di 5 provinsi lainnya. Keren banget ya para bunda!

Berawal dari Keprihatinan

Menurut Dekan FTP UGM Eni Harmayani yang menjadi narasumber saat peluncuran IUAK, gerakan ini berawal dari keprihatinan FOI dan pihak FTP UGM akan banyaknya kasus stunting di Indonesia. Stunting efeknya mengerikan. Tak hanya tubuh yang mengalami kekerdilan, perkembangan otak anak juga tidak maksimal yang mengakibatkan kecerdasannya juga kurang.

Aksi Ikan untuk Anak Indonesia FOI

Padahal, jika kita memanfaatkan pangan lokal termasuk ikan maka kebutuhan gizi anak akan terpenuhi. Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah, termasuk ikannya. Kita harus membudayakan anak makan ikan dalam kehidupan sehari-hari agar tumbuh kembangnya lebih maksimal. Bu Eni mencontohkan negara maritim seperti Jepang dan Korea Selatan, penduduknya gemar mengonsumsi ikan sehingga anak-anak tumbuh cerdas dan sehat.


Baca Juga: Cegah Perkawinan Anak 

Makan Bergizi Tak Harus Mahal

Menurut Bu Eni, Ikan adalah salah satu alternatif pangan lokal untuk mencegah kelaparan pada balita dan mudah diakses baik jarak maupun harga. Ikan adalah salah satu sumber protein yang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak dan memiliki banyak keunggulan. Hilangkan stigma ikan itu amis, ikan itu membuat gatal-gatal. Pengolahan yang baik akan membuat daging ikan makin lezat dan tentu saja bergizi.

Ya, Makan sehat dan bergizi nggak harus mahal. Kita maksimalkan pangan lokal yang ada di sekitar kita untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Bunda PAUD DKI Jakarta, Ibu Fery Farhati mengharapkan para bunda bisa menerapkan BAGIMU yaitu Bahagiakan Anak, Gizi yang tepat dan Stimulasi Anak. Saat ketiganya terpenuhi, maka anak-anak Indonesia akan tumbuh sehat, harapan Indonesia akan lebih maju di masa depan akan tercapai. 


Sumber Foto: Foodbank Of Indonesia

Komentar

  1. Nah aku termasuk yang selalu membiasakan anak sarapan sih. Bahkan aku aku sama suami juga terbiasa sarapan sekarang. Cuma kita biasanya sarapannya full buah. Kalau anakku buah dulu nanti biasanya sejam kemudian baru deh nasi. Ikan juga ku biasain cuma sayangnya masih sering digoreng daripada dikukus atau pepes

    BalasHapus
  2. Huhuuuu,syedih banget kalo denger anak2 ga sarapan.Teringat aku waktu keci mewajibkan sarapan sampe saat ini.
    Semoga membukakan mata masyarakat tentang pentingnya gizi dan nutrisibuat anak2 yaa

    BalasHapus
  3. Sarapan itu penting banget. Apalagi kalau masih balita tapi udah sekolah, supaya fokus dan gak rewel. Ikan bisa jadi menu sarapan yang banyak banget kandungan nutrisinya..

    BalasHapus
  4. Anak-anak di rumah doyan banget sama ikan Mba, dari mulai ikan cue, lele, nila, bawal, dan lain sebagainya... semoga dengan mengonsumsi ikan dan makanan sehat lainnya anak indonesia makin hebat nantinya ya

    BalasHapus

  5. wow, I hope children in these seven provinces can enjoy the fish menu properly and often

    BalasHapus
  6. Saya termasuk ibu yang mengharuskan anak-anak sarapan sebelum sekolah. Karena sarapan itu bisa jadi sumber energi untuk menjalani keseharian anak-anak.
    Miris juga begitu tahu, ternyata masih ada yang beranggapan kalau sarapan itu kurang penting :(

    BalasHapus
  7. Ikan sekarang udah diolah jadi macem-macem bentuk ya, jadinya lebih mudah buat anak-anak untuk mengkonsumsi. Kadang dimakan gitu aja macam otak-otak kan? Hidup kreatifitas hehe

    BalasHapus
  8. Salut sama Program Aksi Ikan untuk Anak #IUAK ini. Anakku tuh nggak suka makan ikan. Padahal bagus banget ya gizinya.

    BalasHapus

  9. Sarapan itu memang penting. Karena menjadi amunisi kegiatan yang dilakukan. Untungnya sekarang banyak yang sadar pentingnya sarapan. Apalagi dengan lauk ikan. Sehat dan enak

    BalasHapus
  10. Si sulung saya nih doyan banget makan ikan. Kalau lauknya ikan, pasti makannya bakal banyak. Nasinya nambah terus. Lihai banget pula cari ikannya sendiri, pisahkan sama tulangnya.

    BalasHapus
  11. anak2 kalo diturutin ya gak mau makan, gak mau sarapan, sekalinya makan gak mau sayur, dll. maunya jajan main jajan main. tinggal ortunya yg kudu telaten

    BalasHapus
  12. Sejak belajar di rumah, anak saya beberapa kali nggak sarapan karena dia bilang nggak mood makan, menunya nggak sesuai, banyak alasan lainnya. Alhasil, pas pelajaran perutnya keroncongan. Sejak itu dia paham pentingnya sarapan dan jadi rutin makan pagi karena nggak mau bunyi kroncongannya nyampe ke speaker laptop. Makasih sharing-nya, Bun ^_^

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah ada gerakan 1000 Bunda ini yaaa.. semoga saja kesadaran masyarakat akan pemenuhan gizi pada balita makin meningkat.

    BalasHapus
  14. Ikan sendiri memang harganya beragam, dari yang murah sampai yang mahal. Sebagai anak yang lahir di daerah pesisir, alhamdulillah sewaktu kecil saya diberikan asupan ikan yang cukup. Semoga anak-anak Indonesia juga bisa merasakan manfaat mengkonsumsi ikan lewat program Aksi 1000 Bunda ini

    BalasHapus
  15. Soal kegemaran makan ikan ini emang PR banget bagi sebagian rumah tangga. Termasuk di rumahku. Harus banyak kampanye atau kegiatan makan ikan kayak gini buat anak-anak

    BalasHapus
  16. suka banget dengan tajuknya ;kembali ke pangan lokal.
    saya dari kecil suka ikan, alhamdulillah anak2 juga suka ikan, jadi lebih mudah saat menyediakannya.
    btw program BAGIMU juga keren banget sih, supaya bisa meremind kami para emak-emak

    BalasHapus
  17. anak-anak kita tidak sarapan , faktanya 27 persen ya Mba, apalagi yang mendapatkan makan ikan di pagi hari, tentu jumlahnya kian sedikit. padahal kita negara berpantai banyak, hiiiks

    BalasHapus
  18. Dulu pas zaman sekolah, temanku pada heran aku sarapan di rumah sebelum ke sekolah, dan mrk bangga gitu gak sarapan, sdgkan aku merasa aneh gak sarapan, anaknya gampang lapar haha

    BalasHapus
  19. Alhamdulillah dibrumah, sarapan sudah jadi habit yang sulit ditinggalkan. Semoga anak2 Indonesia sehat dan terbantu dengan adanya gerakan ini

    BalasHapus
  20. Ikan memang banyak banget manfaatnya buat anak, ya, mbak. Salah satunya buat perkembangan otaknya. Makanya aku juga lagi ngusahain nih anak-anakku suka makan ikan.

    BalasHapus
  21. Kegiatan bagus nih. Biasanya anak2 lebih sulit ditawari lauk ikan dibanding lauk yang lain

    BalasHapus
  22. Duh...jangan sampe anak2 gak sarapan sebwlum sekolah.., kadang ada juga ortu kasih uang jajan ke anak..buat sarapan disekolah. Tapi lan gak jamin..anak bakaln beli lontong sayur atau apa..malah nanti beli jajanan ringan..jadi gak sehatkan..

    Sebaiknya ibu nyempatin bikin sarapan..walau telur ceplok dan minum susu.., jauh lebih sehat..

    Soalnya ntar kalo sakit..malah ganggu sekolahnya..

    BalasHapus
  23. Sebuah gerakan yang inspiratif, semoga bisa menjadi inspirasi untuk yang lain agar bisa bergerak bersama membantu saudara-saudara kita yang terdampak oleh covid-19 ini.

    BalasHapus
  24. Setiap pagi anak harus sarapan, sekolah nggak sekolah tetep mesti sarapan. bersyukur anakku doyan ikan sih..digoreng aja pake garam dibilang enak hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar