Kamis, 12 September 2019

Kajian Akhwat: Istiqomah Setelah Berhijrah, Oki Setiana Dewi di Masjid Agung Al Mabrur Ungaran

Morning Sedulur, 
Hari Rabu (11/09) pagi, Masjid Agung Al Mabrur Ungaran kedatangan tamu istimewa yaitu Ustazah Oki Setiana Dewi. 


Ustazah berputri dua ini lebih dahulu dikenal sebagai aktris dan pemain sinetron ternyata sedang mengadakan roadshow Tabligh Akbar bertajuk Istiqomah Setelah Berhijrah

Sebelum berceramah di Ungaran, ia juga mengisi kajian di Masjid Kampus UNDIP, Masjid Al Mukarromah Colomadu dan Masjid At Taqwa, Boyolali. 

Alhamdulillah, Kota Ungaran termasuk salah satu kota yang disambangi kakak Youtuber ternama Ria Ricis ini. Sejak flyernya dibagikan lewat grup WA, Mimin Semarang Coret antusias menghadirinya. Ternyata, Mimin tak sendiri. Ratusan perempuan juga bersemangat menghadiri kajian Ustazah Oki. Alhamdulillah.

Istiqomah Setelah Berhijrah Oki Setiana di Ungaran
Oki Setiana Dewi di Al Mabrur Ungaran
(Instagram Oki)

Cukup lama menunggu, akhirnya ia tiba juga di lokasi. Tanpa berpanjang lebar, ia mulai berceramah sesuai tema Istiqomah Setelah Berhijrah. Berikut ini, Mimin Semarang Coret bagikan isi ceramahnya, semoga bermanfaat ya, Sedulur. 

Tahun baru Islam bukan pada 1 Januari tapi kita punya tahun baru sendiri yaitu sesuai kalender Hijriyah. Berdasarkan hijrahnya para nabi. Tahun baru Islam jatuh pada 1 Muharram setelah para jamaah berhaji. 

Bulan Muharram biasa kita rayakan dengan puasa Asyura setiap 10 Muharram yang pahalanya menghapuskan dosa setahun lalu. Kita juga biasanya berpuasa di 9 Muharram yaitu untuk menyelisihi puasa Yahudi yang biasanya juga berpuasa pada 10 Muharram. 

Abdurrahman Bin Auf, milyuner yang tak bosan menyedekahkan hartanya untuk kaum miskin, juga untuk membantu logistik perang Tabuk bahkan memberikan sedekah pada veteran perang. Saat akan meninggal, Ia menangis karena khawatir, takut hartanya akan menghalangi ia masuk surga. Masya Allah.

Istiqomah Setelah Berhijrah Oki Setiana di Ungaran
Jamaah Al Mabrur Ungaran 

Jika kita mengaku hijrah, maka Allah akan memberikan ujian pada umatnya untuk membuktikan apakah kita benar berhijrah karena Allah. 

Ujian kesedihan atau kebahagiaan diantaranya dengan penyakit, pasangan, anak, harta dan lainnya. Kebahagiaan, kesehatan dan kekayaan juga adalah ujian, apakah kita bersyukur atau kufur? Istidraj adalah ujian dari Allah. Dari kisah Abdur kita mendapat banyak hikmah.

1.Hijrah menjadi orang baik, Allah ingin bukti,  melihat mana yang kita cintai, Allah atau harta, anak-anak, kedudukan, dan lainnya?

2. Sabar, kita menyadari apa yang kita miliki bukan milik kita, 
Kapan saja Allah bisa mengambil apa yang kita cintai. Kita dianjurkan sabar saat kita nrimo apa yang luput dari kita. Sabar adalah pada pukulan pertama. 

Istiqomah Setelah Berhijrah Oki Setiana di Ungaran
Para Santri Penghapal Quran
(Instagram Maskanul Huffadz)
Sabar, roda itu berputar. Semuanya bergilir seperti siang dan malam, ada tawa dan sedih, tak ada kata-kata sombong. Allah akan memberikan ujian, jangan terkecoh pada kebahagiaan orang lain. Semua memiliki ujian masing-masing dan Allah tahu kita mampu melewatinya. 

Mendapat cobaan, kita sabar dan shalat, bukan dengan posting curhatan di media sosial. Jangan buka aib pasangan kita karena aib pasangan sama saja dengan aib kita. Berkata baik atau diam. Percuma beribadah rajin tapi kalau mulut kita jahat, suka menyakiti orang lain, maka ia akan terhalang masuk surga. Banyak istighfar dan mengingat Allah saat mengalami kesulitan 

a. Sabar menghadapi musibah
b. Sabar dalam menghadapi maksiat 
c. Sabar ketika menjalankan peran kita.  

3. Abdur Bin Auf mengajarkan kita untuk mandiri, tidak meminta-minta pada orang lain. Perempuan harus berdaya, harus mempunyai kekuatan sendiri walaupun kita dinafkahi suaminya. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. 

4. Berinfak
Berikan barang yang kau miliki dan cintai kepada orang lain yang membutuhkan. Jangan berlebihan dalam.memgumpulkan harta benda karena semuanya kelak akan dihisab.

5. Berjalan di muka bumi dengan rendah hati. Tidak diajarkan untuk sumpah serapah dan kata-kata kotor. Tak ada gunanya sombong, kita butuh bantuan orang lain. Kita tidak tahu orang kita anggap remeh, kita olok-olok, bisa jadi di hadapan Allah lebih baik dan lebih mulia dibandingkan kita. 

Istiqomah Setelah Berhijrah Oki Setiana di Ungaran
Belajar menghapal Quran
 (Instagram Maskanul Huffadz)

6. Jaga persaudaraan kita
Cinta, kalau kita cinta maka kita tidak menjelekkan teman, tidak mengolok-olok, tidak ikutan memprovokasi, seburuk-buruknya ia saudaramu, beriman pada Allah, tumbuhkan cinta pada saudara kita. Jangan sampai terpecah-belah. Kita harus senantiasa sabar dan istiqomah dalam mengajak kebaikan. 

Alhamdulillah, bahagia rasanya bisa hadir di kajian Ustazah Oki. Banyak hikmah yang kita dapatkan dari ceramah hari itu. Setelah ceramah, Ustazah Oli menceritakan tentang Maskanul Huffadz, Rumah Penghapal Quran yang didirikannya. 


Maskanul Huffadz adalah yayasan sosial yang mendidik santri untuk menghapal Al Qur'an serta memberikan beasiswa bagi para perempuan untuk menjadi penghafal Al Qur'an dan setelah itu mengajarkannya. 

Yayasan ini sudah memiliki beberapa cabang yaitu di Bintaro, Ciputat, Bogor serta Medan. Sudah banyak penghapal Quran yang diluluskannya. Selain untuk santri yang kurang mampu, para ibu rumah tangga dan umum bisa ikut belajar lho, disini dengan biaya terjangkau. 


Maskanul Huffadz saat ini masih mengontrak bangunan untuk tempat belajar Quran di Bintaro, karena itu, Ustazah Oki beserta pengurus lainnya mengadakan tabligh Akbar di beberapa kota sambil menggalang dana untuk pembangunan gedung Maskanul Huffadz di Bintaro, Tangerang.

Istiqomah Setelah Berhijrah Oki Setiana di Ungaran
Lahan untuk gedung Maskanul Huffadz

Alhamdulillah, antusiasme jamaah di Ungaran cukup menggembirakan, lebih dari sepuluh perempuan maju untuk berinfak sebesar Rp3.000.000 untuk kelangsungan Maskanul Huffadz. Semoga berkah ya ibu-ibu aamiin! 

Oh iya, selain ikut serta dalam penggalangan dana pembangunan gedung, Sedulur juga bisa berpartisipasi menjadi orang tua asuh untuk para santri Maskanul Huffadz, Sedulur bisa memberikan donasi untuk dana pendidikan dan biaya hidup para santri. 

Untuk info lebih detail, bisa menghubungi Instagram Maskanul Huffadz, ya! Semoga Allah selalu memberkahi langkah kita dalam mencari kebaikan ya, Sedulur! Aamiin. 

31 komentar:

  1. Seneng ya bisa ikut kajian berfaedah gini, kemarin sempet ke Masjid Kampus UNDIP dulu sebelum ke Ungaran...dan aku pun masih terus belajar sabar dan ikhlas..semoga kita tetap istiqomah amin..

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah bisa ikut ngaji juga di sini.. Trims ya mba..sudah sharing materi yang sungguh penting ini..

    BalasHapus
  3. yang paling susah itu istiqomah melakukan semuanya ya, hehehe, semoga persahabatan kita semakin erat dam sama-sama saling mengingatkan

    BalasHapus
  4. Sabar dalam menghadapi cobaan hidup itu memang tak mudah yaaa... Sejatinya manusia itu sungguh kecil sekali artinya di hapadan Sang Khaliq.

    BalasHapus
  5. MasyaAllah Alhamdulillah. keimanan itu perlu terus disuntik, salah satunya dengan rutin ikut kajian seperti ini. Barakallah, mbak dew..

    BalasHapus
  6. Setiap manusia memang wajib untuk menjadi lebih baik untuk menggapai ridho Allah. Adem deh, kalau ikut kajian begini

    BalasHapus
  7. Kajian yang sungguh banyak faedah dan menenangkan. Jadi selalu teringat dan saling mengingatkan, untuk seimbangkan dunia dan akhirat. Aamiin.

    BalasHapus
  8. Memang ujian juatru biasanya datang setelah hijrah ya mbak. Allah pasti mau ngetes keseriusan kita. Semoga Allah senantiasa jaga kita istiqamah trs terus jd manusia bermanfaat

    BalasHapus
  9. Wah keren, Oki Setiana Dewi sdh sampe Ungaran untuk ngasih kajian...semoga kapan2 mampir ke Semarang juga ya

    BalasHapus
  10. Memang PR yang besar yang mbak untuk istiqomah sejak hijrah. Mupeng banget punya amal jariyah seperti abdurahman bin auf.

    BalasHapus
  11. Mba dedew, ajaklah aku ini klo ada pengajian bgni. Aku pngen hijrah, tp takut salah langkah

    BalasHapus
  12. MasyaAllah... Aku pernah nonton youtube Ricis pas dia ke pesantren Maskanul Huffadz, merinding lihat mereka hafalan. Semoga banyak donatur yang bantu. Aamiin

    BalasHapus
  13. mendapatkan tambahan ilmu lagi nih lewat sini, hijrah itu memang berproses dan hijrah tidak bisa menunggu waktu karena harus kita yang menjemput.

    BalasHapus
  14. Barakallahu fiikum untuk Ustadzah dan seluruh santri penghapal Qur'an.
    Semoga berkahnya menyebar hingga ke seluruh pelosok negeri.

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah ikut senang dengan adanya acara keren ini.. Semoga adik2 santri banyak rejeki dan berkah ya..

    BalasHapus
  16. MasyaAllah bertabur ilmu dan manajemen diri untuk jadi lebih baik ya Teh. Kalo di kotaku ada pengen aku ikotan.

    BalasHapus
  17. Oki Setiana keren buangett
    aneka cobaan dan ujian hidup menempanya jadi muslimah yg tangguh dan inspiring!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  18. Proses hijrah memang tak mudah. Tapi bismillah semoga kita selalu ada jalan untuk menjadi lebih baik di mata Allah ya mba. Aamiin

    BalasHapus
  19. Terimakasih juga mbak dew sudah membagikan hasil kajiannya disini. Semoga selalu istiqomah jadi muslimah yang baik untuk kita semua... Aamiin

    BalasHapus
  20. Ujian setelah berhijrah itu macam-macam ya, tidak melulu berupa kesukaran atau kesedihan. Bahkan yang menurut orang lain kebahagiaan pun bisa jadi itu adalah ujian

    BalasHapus
  21. Setelah hijrah sebaiknya bergabung dengan Komunitas yang selalu mengingatkan akan ibadah dan juga beramal soleh. Ustad Abdul Somad bilang Harimau akan menerkam domba atau kambing yang sendirian, jadi hendaknya seseorang yang sudah berhijrah berkelompok dan berkomunitas

    BalasHapus
  22. Sabar aalah bagian dari hijrah yang terpisahkan, diterapkan dalam segala situasi, tak terkecuali sabar saat kondisi lapang, sehingga kita tetap bisa mengendalikan diri untuk ingat bersyukur.

    BalasHapus
  23. Memilih utk hijrah sendiri sudah merupakan perjuangan yg tidak mudah. Dan bertahan setelah hijrah adalah perjuangan yg jauh lebih berat dan penuh perjuangan.

    BalasHapus
  24. Banyak sekali kalian yang membawa kesejukan dan menerang hari serta pikiran ya mba. Termasuk yang satu ini

    BalasHapus
  25. MasyaALlah.. senang banget pasti bisa ikutan kajian begini. Aku suka banget deh kalo ada acara beginian, selain menambah ilmu, teman, ikut beginian bikin hati tenang banget.

    BalasHapus
  26. Sekedar hijrah saja mungkin bisa, tapi untuk tetap istiqomahnya kadang yang butuh perjuangan ya...banyak gangguan kalau kita gak pinter menjaga diri.

    BalasHapus
  27. Kajian seperti ini memang sangat diperlukan ya mba, untuk memupuk lagi keimanan kita pada Sang Ilahi

    BalasHapus
  28. Suka banget kalau ada kajian begini mbak. Apalagi ada kegiatan infak untuk keberlangsungan pendidikan dalam menghafal Qur'an, MasyaAllah

    BalasHapus
  29. Memutuskan berhijrah sj sdh sebuah perjuangan. Dan bertahan setelah berhijrah membutuhkan energi dan perjuangan yang tentunya jauh lebih besar dan lebih lama lagi.
    Beruntung banget mbak bisa ikut kajian ini utk menambah energi hijrah tentunya.

    BalasHapus
  30. Masyaa Allah urusan hijrah ini ya. Banyak banget godaannya biar istiqomah. Harus banyak sabar kalau diuji ya Min. Terima kasih mimin. Liputannya ini jadi penguat diri untuk istiqomah berhijrah.

    BalasHapus
  31. Okky masih semangat sekali ya berdakwah ke mana-mana..semoga istiqomah Ustazah yang satu ini dan berkah untuk yang berinfak.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...