Laman

Minggu, 20 Januari 2019

Mempersiapkan Masa Depan dengan Reksa Dana Manulife

Morning Sedulur, Alhamdulillah sudah masuk tahun 2019, apa resolusi dan target sedulur tahun ini?

Kopdar Investarian Reksa Dana Manulife Semarang
Kopdar Investarian yang mencerahkan
(Foto: Dikoko Production)

Target Mimin Semarang Coret tahun ini selain mengembangkan blog juga ingin  lebih disiplin berinvestasi. Iya, biaya pendidikan anak semakin besar nih jadi kita harus mempersiapkan dananya sejak awal.

Biar nggak keteteran pas waktu masuk sekolah dan kuliah tiba. Nggak banget kan waktunya anak masuk SMP atau kuliah kebingungan dan sibuk cari pinjaman untuk bayar sekolah?

Sabtu lalu (12/01), Mimin Semarang Coret menghadiri acara Kopdar Investarian Reksa Dana Manulife, bersama Manulife Aset Management di Verve Bistro Semarang.

Di acara ini, Mimin dapat pencerahan bagaimana #MenjemputRezeki2019, Manulife Aset Management mengajak para blogger Semarang untuk mulai menuliskan tujuan keuangan yang ingin dicapai dan bagaimana mencapainya.

Kopdar Investarian Reksa Dana Manulife Semarang
Berkat Jari Cepat (Foto: Dikoko Production)

Langsung tertohok deh. Biasanya kita santai saja menjalani hari, let itu flow lalu dihadapkan dengan target dana yang dibutuhkan. Jederr! Ternyata, harus menyingsingkan lengan baju untuk mengumpulkan dana.

Pertanyaannya, setelah mengetahui dana yang dibutuhkan di masa depan, entah untuk pendidikan anak, ibadah umrah, biaya nikah atau dana pensiun, apa yang harus kita lakukan untuk mencapai target?


Tentu saja kerja, kerja, kerja, hihi. Bukaan, maksud Mimin, apa langkah kita? Mungkin ada yang menjawab, menabung, investasi atau berbisnis.

Menabung masih jadi andalan kita untuk mengumpulkan dana. Entah menabung di rekening bank, tabungan berjangka atau deposito. Atau mungkin masih ada yang menabung di celengan ayam kayak Mimin Semarang Coret? Hehe.
Kopdar Investarian Reksa Dana Manulife Semarang
Tentukan tujuan keuangan dan mulai
(Foto: Pixabay)

Tapi, kelemahannya adalah menabung uang entah di bank, deposito atau tabungan berjangka, hasil yang kita dapatkan masih kalah dengan inflasi. Sebanyak apapun menabung, masih lebih tinggi kenaikan inflasi sehingga saat waktunya tiba, misalnya membayar dana kuliah, tidak cukup.


Jadi, menabung kurang disarankan jika kita punya target keuangan jangka panjang seperti biaya kuliah anak atau pensiun.

Terus, bagaimana dong? Apalagi kalau passion kita bukan berbisnis? Nah, salah satu caranya dengan berinvestasi. Jika ngobrolin investasi, banyak orang langsung keder. Bayangannya investasi itu beli tanah, beli rumah, beli logam mulia, main saham di pasar modal, yang semuanya butuh modal besar.

Jangan tergiur dengan iming-iming investasi yang hasilnya sangat besar dengan. Cek perusahaan yang bersangkutan di OJK. Jangan sampai kita zonkvestasikan dana di investor abal-abal.

Kopdar Investarian Reksa Dana Manulife Semarang
Jangan hanya nabung di celengan (Foto: Pixabay)

Pasar modal adalah tempat bertemunya orang yang punya modal dan yang butuh modal. Di sini, ada peluang berinvestasi yang bagus  lho. Tidak hanya saham.

Seperti investasi yang imbal hasilnya cukup bagus dengan modal awal yang tidak besar. Namanya Reksa Dana. Familiar belum dengan investasi ini?


Apa itu Reksa Dana?

Reksa dana atau mutual fund, adalah sebuah bentuk investasi yang menggabungkan semua uang investor dalam satu wadah, dimana uang tersebut selanjutnya dikelola oleh sebuah perusahaan investasi (manajer investasi) dengan mengalokasikannya ke dalam satu atau berbagai macam instrumen investasi.

Menurut Safir Senduk, Reksa dana merupakan cara yang baik untuk berinvestasi karena dikelola oleh Tim pengelola investasi yang sudah berpengalaman.

Cara berinvestasi ini juga tidak ribet, beda kalau kita terjun langsung bermain saham. Kita harus stand by memantau pergerakan saham kita, bukan?

Nah, dengan reksa dana, kita bisa bekerja dan melakukan kegiatan sehari-hari dengan tenang, karena ada manajer investasi yang bekerja untuk kita.


Kopdar Investarian Reksa Dana Manulife Semarang
Sedikit demi sedikit jadi bukit 

Cara kerjanya bagaimana?

Misalnya nih ada dana sebesar satu trilyun dari sponsor, oleh perusahaan reksa dana akan diinvestasikan di berbagai instrumen investasi seperti deposito, obligasi, saham dan lainnya.

Nah, dari investasi itu kemudian dibagi ke dalam pecahan kecil. Atau biasa disebut Unit Penyertaan atau UP. Misalnya UP selembar Rp.2000,-

Jadi 1 triliun ini akan dibagi dengan Rp. 2000,- dan akan didapat 500 juta Unit Penyertaan. Nah unit penyertaan ini yang akan ditawarkan ke masyarakat. Harga awal ditawarkan adalah 2000 rupiah per UP. Kita bisa membeli UP sesuai dana yang kita miliki. Bisa 1000 UP,  atau lebih banyak lagi.

Kopdar Investarian Reksa Dana Manulife Semarang
Investasi kita dikelola manajer investasi
(Foto: Pixabay) 

Duh, gimana kalau kita rugi? Ingat, menurut Presiden Direktur PT. Manulife Asset Management Indonesia Bapak Legowo Kusumonegoro, setiap investasi memiliki resiko. High Risk High Return.

Ya, menjalani kehidupan setiap hari kita menghadapi berbagai resiko. Jadi, jangan takut dengan resiko, tapi kita pelajari dulu tingkat resiko yang akan kita hadapi dalam berinvestasi. Dengan tujuan jelas dan disiplin, resiko bisa dikelola dan investasi kita bisa tumbuh pesat.

Untuk Sedulur yang membutuhkan dana untuk kebutuhan jangka panjang sebaiknya berinvestasi di reksa dana saham. Sedangkan yang ingin investasi dengan resiko rendah bisa memilih reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang.

Jadi, apa tujuan keuangan kalian? Yuk, mulai berinvestasi di Reksa Dana Manulife mulai seratus ribu rupiah setiap bulan.

28 komentar:

  1. Yang paling menantang adalah tetap konsisten nabung tanpa dititili sendiri. Hahaha

    BalasHapus
  2. Duh..aku buta banget nih ttg investasi.. TFS mba..

    BalasHapus
  3. Orang bijak finansial mengatakan, jangan menaruh telurmu di satu keranjang. Jika keranjangnya jatuh, telurnya ngga pecah semua. Berinvestasi juga macem2; instrumennya jadi beragam. Dan reksa dana salah satu pilihannya. Good choice!

    BalasHapus
  4. Waktu pindah dari Semarang ke Jakarta, aku ambil tabungan reksadananya, jual emas batangan dan ambil semua tabungan termasuk haji buat lunasin rumah sana, lalu sisanya dipakai dp beli rumah sini heuheu. .

    BalasHapus
  5. Benar mba, investasi itu penting banget buat saat ini karena dpt mengalahkan inflasi. Sejak saya kenal investasi hampir 70% saya alihkan ke Reksadana dan saham yg jelas kelihatan bertumbuhnya, alhamdulillah sekarang sudah nampak hasilnya walaupun baru sedikit :)

    BalasHapus
  6. Aku nih yg sukanya santai soal perencanaan dana, terserah ntar ada ato ngga. Hehehe.. Jangan ditiru ya..

    BalasHapus
  7. Mbak Dedew gercep banget jempolnya, jadi juara kuis hihi.. Semangat menjemput rezeki 2019! Yay

    BalasHapus
  8. Merencanakan masa depan dengan investasi pasar uang untuk persiapan biaya pernikahan. Eyyyaaaa

    BalasHapus
  9. Makin terjangkau ya mak buat investasi

    BalasHapus
  10. Jadi sadar ya mba, investasi harus yang aman. Nggak apa sih resiko kecil meski dapatnya pun kecil ya

    BalasHapus
  11. Reksadana, aku juga baru mulai, Dew. Lumayan ya buat tabungan. Biar nggak gemes pengen diambil mulu :D

    BalasHapus
  12. Zaman now emang nabung aja gak cukup ya mbak, butuh investasi jg.
    Ini investasinya reksadananya melalui manulife tanpa campur asuransi ya mbak? Jd khusus reksadana aja gtu bisa ya?

    BalasHapus
  13. Enak juga ya kalau kita tetep bisa bekerja dan melakukan kegiatan sehari-hari dengan tenang.

    jadi pengen coba investasi yang memiliki resiko kecil seperti reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang. maklum, karena masih pemula.

    BalasHapus
  14. Aku nabung di celengan dan bank..tapi sptnya kl d celengan lbh aman.. Bebas godaan dari online shop hahaha..
    Harus mikir invest ni ya..

    BalasHapus
  15. Investasi hrs dimulai dari skrg ya Mba. Apalagi utk yg berprofesi sbg freelancer,sdh harus memikirkan ttg investasi sbg bagian rencana masa dpn

    BalasHapus
  16. tahun ini mau belajar ttg investasi dan semoga bs mulai investasi dr hal2 yg kecil :)

    BalasHapus
  17. Aku merasa terlambat banget karena nggak pernah mikirin investasi dari dulu. Sekarang insyaf deh, mau mulai investasi sedikit demi sedikit

    BalasHapus
  18. Ada yang low risk high return, gak?

    BalasHapus
  19. Hi mba Dew, ini Ogie www.siogie.com

    Ga bisa komentar by NAME and URL hihii.

    Aku memang salah satu dari banyak orang yang ngerasa telat investasi loh :(. Untuk sekarang sudah memutuskan untuk investasi atau nabung. :)

    BalasHapus
  20. Pengetahuan baru lagi soal investasi. Terima kasih sharingnya mba

    BalasHapus
  21. Wah ada manulife. Berinvestasi mulai sekarang agar masa depan lebih cerah. Bermanfaat untuk diri sendiri dan keluarga.

    BalasHapus
  22. Pernah pake manulife dulu waktu masih kerja kantoran

    BalasHapus
  23. Aku terfikir tentang reksadana setelah nonton videonya Raditya Dika di youtube tentang investasi reksadana

    BalasHapus
  24. masa depan yang cerah jika mengelola dana yang baik

    BalasHapus
  25. Yup, untuk orang awam yg mau bermain dengan saham tapi takut atau bingung, reksadana ini memang salah satu solusinya.

    Saya pun sudah bermain di reksadana :)

    BalasHapus
  26. Sekar:

    Saya awalnya nggak pernah mau mikirin urusan kayak gini karena merasa belum butuh. Padahal makin ke sini, ternyata edukasi tentang literasi keuangan termasuk soal reksa dana itu masuk daftar kebutuhan juga untuk dipelajari. Sebab kalau udah berumah tangga kan soal keuangan mesti matang banget perencanaannya.

    25 Januari 2019 08.46

    BalasHapus
  27. Malindra Anji9 Februari 2019 15.50

    emak emak memang beda klo nulis, bisa detail..

    BalasHapus
  28. Finaira22 Januari 2019 14.33

    Reksa dana ini pas banget untuk investasi masa depan, nggak harus punya kemampuan expert dalam pengetahuan mengenai pasar uang. Semuanya bisa dipelajari perlahan, dan ya, soal resiko, reksa dana sendiri bisa meminimalisir resiko

    BalasHapus