Senin, 24 Desember 2018

Nikmatnya Singkong Rebus Bersalut Gula Aren di Desa Wisata Sepakung, Kabupaten Semarang

Morning Sedulur,

Masih cerita tentang kunjungan One Day Trip Blogger ke Desa Wisata Sepakung bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Maaf, memang agak susah move on nih, Mimin.

Kuliner Khas Desa Wisata Sepakung

Jarak Ungaran ke Desa Wisata Sepakung hanya sekitar 32 km. Kalau dari Semarang berjarak 53 km ditempuh sekitar satu jam lewat jalan tol.


Oh iya, Mimin baru tahu kalau Desa Sepakung di Kecamatan Banyubiru, telah ditetapkan sebagai desa wisata sejak 2015. Desa ini memang punya banyak potensi sebagai desa agrowisata. Pemandangannya indah dan juga sektor pertaniannya menghasilkan buah dan sayuran berkualitas.

Sepakung juga mempunya beberapa tempat wisata andalan diantaranya Helipad, Gumuk Reco dan Cemara Sewu. Ketiganya dikelola Pokdarwis dan Karang Taruna dan didukung Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang.

Bertemu Pokdarwis Sepakung 

Kami diajak mengunjungi Gumuk Reco dan Helipad yang perjalanannya bikin ngos-ngosan tapi pemandangannya  memang luar biasa cantik. Nah, sekarang Mimin ingin cerita tentang kuliner khas Sepakung yang sempat kami nikmati.

Sesampainya kami di rumah Ketua Pokdarwis, kami langsung dipersilahkan menikmati suguhan makanan dan jajanan tradisional! Wah, banyak benar hidangannya! Para blogger yang memang sedang kelaparan langsung berbinar-binar, hehe.

Camilan Sehat dan Nikmat 

Camilannya sehat dan bergizi, ada pisang rebus, jagung rebus, kacang rebus, hingga singkong rebus atau telo bersalut gula merah. Minumannya ada teh panas manis dan sirup jambu!

Ternyata, Sepakung termasuk penghasil buah jambu biji, Sedulur dan warganya memproduksi sirup jambu dalam botol. Kreatif ya! Rasa sirup jambunya memang nendang lho, seperti jus jambu. Kontan, kami menyerbu camilannya. Enak!

Hidangan Sederhana namun Berkesan

Setelah itu, tanpa basa-basi kami mengambil hidangan yang disajikan prasmanan dan lesehan ini. Suasananya berlangsung akrab dan gayeng. Diselingi candaan dan gelak tawa.

Hidangannya sederhana ala ndeso yaitu nasi putih panas, nasi jagung, sayur urap, bakwan jagung, pepes ikan dan ikan goreng pedas, plus kerupuk. Masya Allah, nikmat Allah yang mana yang kau dustakan? Nikmat banget rasanya makam siang hari itu. Ikannya sampai tandas tak bersisa hihi.

Ibu PKK Jateng hehe

Setelah kenyang, aku pun melirik berbagai produk makanan dan minuman yang dipajang di etalase kaca ruang tamu Pak Ketua Pokdarwis. Tetnyata, rumah si bapak berfungsi sebagai toko oleh-oleh khas Sepakung. Semuanya diproduksi sendiri lho oleh warga Desa Sepakung. Ada gula semut berbagai rasa mulai dari original, jahe dan lainnya.

Ada keripik singkong, keripik pegagan atau rendeng terbuat dari daun pegagan, ada juga ceriping berbagai rasa. Gula semut menjadi produk andalan warga Sepakung karena mereka menghasilkan gula aren. Sepanjang jalan, bisa kita temui pohon aren. Ada juga olahan ketela mangul, ketela yang hanya bisa ditemui di kawasan Telomoyo dan panennya setahun sekali.

Makan bersama 

Ada juga sirup jambu yang kami nikmati tadi dalam kemasan  botol. Semua makanan dan minuman ini dikemas menarik sehingga cocok untuk oleh-oleh. Keren ya warga Sepakung, kreatif!

Kreativitas warga Sepakung mengolah bahan makanan dan minuman ini karena produksi jambu biji dan nira, misalnya melimpah, dan jika dijual mentah begitu saja maka harganya jatuh. Mereka kerap mendapat bantuan pengetahuan dari para mahasiswa yang KKN di Sepakung misalnya pelatihan pengolahan singkong menjadi ceriping atau brownies singkong.

Mangut Sepakung 

Nah, Sedulur penasaran ingin main ke Sepakung? Tenang, aksesnya mudah kok. Dari Jakarta atau kota lainnya, kalian bisa naik kereta api,  pesawat, atau bus ke Semarang.

Bagaimana menginapnya?
Tenang, banyak pilihan hotel di Semarang. Salah satunya adalah Louis Kienne di Jalan Pandanaran, Semarang.

Rendeng Nggunung

Louis Kienne Pandanaran tepatnya beralamat di Jalan Pandanaran No. 18 Pekunden, Semarang. Tidak jauh dari pusat oleh-oleh Semarang seperti Elrina dan Bandeng Djuwana juga kawasan Simpang Lima Semarang. Jadi, untuk tempat menginap saat liburan pas banget ya. Mudah aksesnya ke mana-mana dan dekat Simpang Lima.


Gula aren asli

Hotel anyar ini punya 196 kamar berbagai tipe dan harga, Lur dan merupakan hotel bintang empat. Walaupun terbilang baru, hotel ini mulai jadi pilihan para wisatawan atau pebisnis yang berkunjung ke Semarang. Mimin paling suka dengan kolam renangnya, jadi asyik  untuk mengajak anak-anak liburan di sini.


Gula semut dan sirup jambu 

Beruntung banget ya di zaman milenial kita bisa dengan mudah pesan tiket pesawat atau booking hotel.  Tidak perlu mendatangi hotel satu-persatu, apalagi musim libur begini, hotel pada penuh.

Jangan khawatir, sekarang ada aplikasi PegiPegi untuk memesan  tiket pesawat dan kereta serta mencari hotel dengan mudah dan murah.
Hotel Louis Kienne Pandanaran 

Tinggal klik ikon hotel lalu masukkan pilihan menginap di Kota Semarang. Jangan lupa isi tanggal menginap. Setelah diklik, Langsung deh keluar berbagai hotel di kota yang kita tuju. Tinggal pilih hotel yang menurut kita nyaman dan sesuai dompet, hehe. Gampang, kan? Yuk, berlibur ke Semarang!

Desa Wisata Sepakung
Banyubiru, Ambarawa,
Kab. Semarang, Jawa Tengah







9 komentar:

  1. Mbakdedew....aku tu suka makanan yang tradisional gitu...nikmat yang luar biasa...makanan tradisional itu legend...selalu ngangenin

    BalasHapus
  2. Galfok sama kacang rebus, cemilan favoritkuu

    BalasHapus
  3. Camilannya blm pernah kucoba semua deh

    BalasHapus
  4. Mantep benerrr habis capek jalan2, cemilannya kaya gini 😍

    BalasHapus
  5. Ngomongin soal ketela, tahun lalu pas lomba hari ibu, dharma wanita tempatku bikin brownies ketela, Mbak. Dan menang. Hihi. Ini sebenarnya bisa jadi peluang usaha ya. Sayang aja, kalo pas gak musim ketelanya mahal banget karena nggak bisa nanem sendiri.

    BalasHapus
  6. Wah, ngiler sama makanannya nih.. Apalagi jus jambunya.
    Penasaran juga sama kripik rendeng 😋😋

    BalasHapus
  7. Jajanan ndeso tapi rasanya global, ya mbak Dew

    BalasHapus
  8. Wah, sehat-sehat banget ya makanannya.

    Oh iya, yang mau saya ouji itu packaging mangut sepakungnya, rapi dan kekinian :)


    Seneng deh kalau liat suatu desa mau belajar dan bertumbuh macam sepakung ini :)

    BalasHapus
  9. Kalau ke Semarang nanti jadi pengen deh mampir ke sepakung ini. Dan menikmati singkong rebus dengan gula aren memang tak ada duanya. Itu seperti mug ketemu tutupnya. Kelihatannya tak terpisahkan 😂😂

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...