Rabu, 03 Oktober 2018

Legenda Curug Gending Asmoro di Kabupaten Semarang

Morning Sedulur, Pada zaman dahulu kala, tiga orang warga desa sedang beristirahat di tepi curug setelah lelah bekerja membajak sawah.

Legenda Curug Gending Asmoro di Kabupaten Semarang
Legenda Curug Gending Asmoro di
Kabupaten Semarang

Ada yang membasuh muka dengan air yang segar di tepi curug. Seorang lagi, sedang lahap menyantap bekal nasi dan lauk-pauk yang diracik istrinya dengan penuh kasih sayang.
Seorang pemuda berbadan tegap, berbaring mengipasi badannya di atas batuan besar. Suasananya begitu syahdu. Hanya desau angin mencumbui pepohonan bambu serta kicauan burung yang riang. Menghasilkan harmoni yang khas membuat yang mendengarnya merasakan kedamaian.
Lamat-lamat, terdengar alunan gending yang indah.
Ketiganya terhenyak. Yang tiduran, langsung bangun dari posisinya berbaring. Gerakan mereka mendadak terhenti. Benarkah apa yang mereka dengar itu?
Ya, benar! Gending yang berasal dari gamelan Jawa membawakan tembang-tembang asmara yang menyayat sanubari. Ketiganya mencoba mencari sumber suara indah itu. Rasanya, tak berasal dari satu arah tapi
“Kalian dengar itu?” tanya sang pemuda tegap.
Teman-temannya saling melempar pandang. Wajah mereka tak bisa diterjemahkan maknanya. Ada rasa takut, sedih bercampur kekaguman atas keindahan tembang itu.
“Iya, aku mendengarnya. Sepertinya bukan berasal dari desa kita ya. Tak ada warga desa yang mengadakan hajatan hari ini.”
Ketiganya lalu mahfum. Mereka telah mengalami sendiri kisah yang diceritakan para orangtua tentang legenda Gending Asmoro yang mengiris hati. Mengapa gending itu begitu menyayat? Apakah yang sedang terjadi?
Legenda Curug Gending Asmoro di Kabupaten Semarang

Sedulur tercinta, Sudah pernah berkunjung ke Curug Gending Asmoro di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur di Kabupaten Semarang?
Jika ingin mencari ketenangan dan inspirasi, berkunjunglah ke curug Gending Asmoro yang indah ini. Lokasinya tak terlalu jauh dari pusat kota Ungaran namun menjanjikan kedamaian hati.
Dikellingi hutan bambu yang rimbun, lokasinya memang tersembunyi. Tapi, tak dapat dimungkiri, pemandangan di lokasi air terjun ini memang elok. Untuk memudahkan pengunjung menjelajah kawasan ini, pengelola membuat jembatan bambu nan apik.
Dibalik kecantikan air terjun yang menawan hati ini ada cerita legenda menggetarkan hati yang sudah lama menjadi kisah turun-temurun penduduk sekitar daerah itu.
Ya, nama air terjun Curug Gending Asmoro ini bukan tanpa alasan. Ada alasan kuat mengapa curug ini dinamakan Gending Asmoro.
Tahukah Sedulur, apa yang dimaksud dengan gending? Ya, gending adalah lagu yang berasal dari bunyi gamelan.  Biasanya kita mendengar alunan gending pada saat pementasan wayang kulit, pengiring ritual adat Jawa serta hiburan rakyat.
Seni gamelan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa sehingga beragam gending yang termasuk klasik seperti dandang gula sinom dan palaran kinanthi menjadi kesukaan masyarakat.
Konon, setiap beberapa waktu, lamat-lamat terdengar alunan gending yang memukau dari kawasan curug ini.
Apa yang Sedulur rasakan jika tiba-tiba mendengar alunan gending Jawa pada malam hari di tempat yang tidak biasa? Ya, ditengah-tengah curug yang cantik. Diantara deburan air terjun, lamat-lamat terdengar alunan gending Jawa yang sendu dan menyayat hati. Membuatmu berdebar ya?
Konon, penduduk sekitar Curug Gending Asmoro dahulu kala kerap mendengar gending Jawa dimainkan dari arah hutan bambu. Gamelan ini ditabuh sewaktu-waktu dan terdengar hingga pelosok desa.
Para penduduk desa bisa mendengarnya hingga ke pelosok. Jika awalnya mereka ketakutan, lama-lama menjadi terbiasa. Tak ada yang penasaran untuk mengunjungi curug dan mencoba mencari tahu kemeriahan apa gerangan yang menghadirkan gamelan di tengah kerimbunan hutan bambu.


Legenda Curug Gending Asmoro di Kabupaten Semarang
Apalagi, alunan gending ini terdengar indah dan tidak mengganggu kegiatan penduduk desa. Kejadian terdengarnya alunan gending ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari penduduk. Menjadi hal yang lumrah. Ya, alam semesta tempat di mana kita tinggali ini memang menyimpan sejuta misteri yang tak kita ketahui bukan, Sedulur?
Juga menjadi suatu kebiasaan di daerah itu, jika ada warga desa yang punya hajat dan akan menyelenggarakan pagelaran wayang kulit atau kuda lumping, mereka harus mengunjungi curug ini.
Bukan, warga desa desa datang bukan untuk berlatih gamelan di daerah sekitar curug. Mereka beramai-ramai mengunjungi curug indah ini untuk menjalani ritual khusus dengan adat Jawa.
Untuk apa ritual khusus ini? Ritual ini diadakan agar mereka dapat dipinjami gamelan ajaib yang dijamin akan menyukseskan hajatan tuan rumah. Gamelan ajaib ini konon akan mengiringi pementasan wayang kulit dengan indah, megah dan memukau penonton.
Selain itu, ritual ini juga bertujuan agar hajatan yang diadakan oleh warga desa berlangsung dengan lancar dan aman, tidak ada gangguan apapun. Ketika berbagai upacara ritual selesai, konon keesokan harinya di sekitar curug akan tersedia seperangkat gamelan yang akan dibawa oleh tuan rumah atau yang punya hajat.
Tak ada yang tahu pasti, di daerah curug sebelah manakah gamelan ajaib itu berada, tidak sembarang orang bisa meminjam dan menyaksikan kehebatan gamelan ajaib ini. Tak sembarang orang pula mengetahui letaknya.
Karena menyisakan beragam misteri inilah, kisah ini menjadi legenda yang diceritakan dan dipercayai turun-temurun loeh warga desa sekitar.
Menurut para tetua, sudah sejak lama waktu berlalu, gending ini tak terdengar lagi dimainkan di tengah kerimbunan pepohonan bambu. Juga upacara ritual untuk meminjam gamelan ajaib pun tak terdengar lagi ceritanya.
Kisah ini menjadi dongeng pengantar tidur yang diceritakan Mbah Putri pada cucu-cucunya sebelum tidur. Berdasarkan kisah gamelan ajaib ini pula kemudian curug indah di tengah lebatnya hutan bambu ini dinamakan Curug Gending Asmoro hingga saat ini.
Apakah bulu kuduk Sedulur merinding? Tenang, Tak usah ragu dan takut untuk berkunjung ke curug ini ya, Sedulur. Curug Gending Asmoro kini menjadi tempat tujuan wisata yang disukai.
Jika ingin mencari kedamaian, Curug Gending Asmoro di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang adalah tempat yang tepat.

Curug Gending Asmara

Tompo Gunung., Kalongan, Ungaran Timur, Semarang, Jawa Tengah 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...