Jumat, 03 Februari 2017

Rumah Impian Kami Terwujud

Morning Lur,
Memiliki rumah memang jadi salah satu impian pasangan yang baru menikah. Ketika menikah, aku dan suami hanya punya sedikit tabungan. Kami masih menumpang tinggal di rumah orangtua suami. Tinggal di kamar yang imut, kamar tidur suami zaman sekolah. Alhamdulillah, masih ada tempat berteduh ya.Kalau dipikirkan rasanya nggak kebayang hihi bisa punya rumah sendiri dengah harga rumah yang melambung tinggi seperti saat itu. Seberapa banyak pun menabung, rasanya kenaikan harga rumah tak terkejar. Hihihi pesimis banget ya! Duh, nggak boleh gitu dong. Usaha tak mengkhianati hasil ya!

Rumah Impian Kami Terwujud Berkat BTN Properti

Namanya punya rumah sendiri itu memang menyenangkan.
Kita bebas merdeka mau ngapain saja. Nggak usah merasa nggak enakan pada mertua kalau mau bangun siang, haha. Atau pening memikirikan kontrakan mau diperpanjang bulan depan. Biarpun rumahnya sederhana, rasanya pasti amazing, bisa punya tempat berteduh bersama keluarga dan membangun sarang cinta, deuuu, haha.

Jadilah, setahun setengah menumpang di rumah mertua, dalam keadaan hamil muda, kami dapat wangsit. Iyaaa, kami memutuskan mencari sarang cinta untuk berdua. Plis jangan mual ya bacanya hihi. Awalnya mertua protes, kenapa mesti pindah? Toh rumah mereka terbilang luas sedangkan anak hanya dua orang yaitu suami dan adiknya yang belum menikah. Kamarnya pun cukup.

"Disini saja, ngapain kredit rumah?" tanya Bumer.
"Pengen bisa bangun siang, Bu," 
#kamehamehaaa. Hihihi, just kidding.

Iya, nyaris dua tahun berumah tangga, kami merasa belum mandiri sepenuhnya.
Masih tergantung pada kedua orangtua. Padahal sebagai pasangan yang sudah menikah, kami harus mengurus segala sesuatunya sendiri. Tidak merepotkan keduanya.

Jadilah, kami berdua mengunjungi pameran properti di Semarang.
Kami mengumpulkan berbagai brosur yang ada dengan semangat 45. Terutama rumah tipe mungil tipe 45, kami kira-kira terjangkau dengan tabungan kami uang mukanya. Waah, menggoda sekali ternyata yaa, banyak perumahan yang menawarkan harga terjangkau. Kami terharu!

"Tinggalnya dekat rumah saja," pinta Ibu.
"Rumah sekitar sini harganya sudah mahal, Bu," jawab suami.
Hiks, beneran harga rumah di Kota Ungaran memang bikin deg deg splash apalagi di kawasan strategis seperti rumah Bapak mertua.

Jadilah, kami mencoba berburu rumah yang ditawarkan brosur. Walaupun itu di pinggiran Kota Semarang dan jauh dari rumah mertua. Pagi-pagi, kami berangkat naik motor berbekal setumpuk brosur. Perumahan pertama berada di daerah Gunung Pati. Duh, ternyata perumahannya blusukan jauh masuk ke dalam. Akses jalanan menuju perumahan itu pun masih jalan tanah. Bisa dibayangkan ketika hujan deras. Kami sama saja sedang mengikuti road race, huhu! Berkubang dosa eh lumpur, bo! Perumahan itu pun tak dilalui kendaraan umum. Bagaimana nasibku yang nggak bisa mengendarai kendaraan apapun kecuali odong-odong, bo:? Di rumah saja seharian? Huhuhu. Kenyataan tak seindah brosur perumahan. Pantas harganya menggiurkan! Benci, hiks! #gulingguling.

Rumah mungil idamanku bangeeeet

Hari Minggu berikutnya, kami berburu rumah lagi.
Tak tergoyahkan dengan hasil perburuan minggu lalu. Berdua kami mengunjungi lokasi rumah incaran berikutnya. Ya, kami menguatkan mental hehe. Namanya rumah idaman, pasti mendapatkan tak semudah beli gorengan tahu bulat bukan? Nyamm! Perumahan kedua ini lebih jauh lagi. Di pinggiran Kota Semarang yang lebih dekat dengan Kabupaten Demak.

Duh, gimana kalau Bapak kangen cucu? Gimana menengoknya, jauh?
Hehe padahal saat itu kami belum unya buntut. Bapak memang futuristis. Tapi, lokasi dan jarak rumah dari kantor suami dan mertua sebenarnya harus diperhitungkan. Tapi, namanya kami nafsu ingin punya rumah sendiri melihat rumah harga segitu langsung ijo! 

Apa yang terjadi?
Perumahannya ternyata berada di tepi hutan. Pantas saja brosurnya tertulis berada di kawasan yang asri dan alami. Beneran asri, wong di tengah hutan, pohon semua! Huhuhu. Asli, kami berdua melongo ketika petugas mengajak kami berkeliling. Bo, gimana kalau kita butuh ke warung makan iniii? Jauh dari mana-mana! Tidaak!Kenyataan yang lebih pahit adalah ketika kami pulang, kami menemukan papan petunjuk yang bertuliskan Tempat Berlatih Menembak! Ulala, ternyata rumah incaran kami berada persis di sebelah lokasi latihan menembak! Gubrak!

Ancur hatiku.
Sebagai perempuan mudah yang perasaannya halus #idih, aku terpukul.
Gimana nggak, sudah dua kali kami tertipu brosur. Teringat gimana manisnya penjaga stand di pameran properti menjelaskan tentang perumahannya. Tegaa! huhuhu. Aku suci kalian penuh noda #terAwkarin. Kami berdua pun menenangkan diri untuk menentukan langkah selanjutnya. Bagaimana pun, tenaga, waktu dan biaya kami cukup terkuras selama perburuan rumah yang berakhir dengan tangan hampa ini. #lebay.

"Baru dua kali, jangan menyerah," bujuk suamiku, siap-siap menyanyikan lagunya D'Masiv yang senantiasa menguatkan semangatku. Glek.
 Ya, memang baru dua kali hanya saja jaraknya dari Ungaran apalagi lokasi yang kedua jauh sekali. Butuh effort untuk mencapainya dan berakhir kecewa.

"Hitung-hitung piknik," rayu suamiku yang memang super optimis orangnya, hehe. Makanya aku cinta, uhuk. Baiklah, aku tersenyum lagi. Apalagi setelah dia menyodorkan kartu ATM nya untuk dipakai jajan di minimarket. Haha, aku memang anaknya gampangan. Jajan coki-coki saja sudah luar biasa bahagia. #BahagiaItuSederhana.

Duh, baru memilih rumah saja sulitnya minta ampun. Gimana nanti pas pengajuan KPR?
Hm,  ingat cerita kakak sepupuku yang mengurus permohonan KPR untuk rumah yang kami beli beberapa tahun lalurumahnya.  Ya, Ia dan istrinya terpaksa cuti berkali-kali dari kantornya karena harus mengurus dokumen yang dibutuhkan bank yang jaraknya cukup jauh dari kontrakan mereka.Tak bisa sehari saja mengurusnya, kata Kakak sepupu tanpa bermaksud bikin semangatku mengempis kayak balon bocor, huhuhu...

Mana semangatmu, Yang? Bisik Suami. 
Hiks!
 
Setelah perburuan yang gagal itu, kami break sejenak. Hari Minggu dimanfaatkan untuk menyeterika oleh si dia dan aku luluran #plak. Pokoknya mah family time di kamar kami yang imut. Siang itu, dia sedang browsing lewat laptop dan aku membaca novel. Mendadak, dia memelukku erat!

"Horeee! Kita bisa punya rumah sendiri!"
"Hah, gimana? Kamu menang undian ya, Yang?"
 Duh, ni anak kesambet apa ya?   
Baru browsing sebentar dah halu, halusinasi. Jangan-jangan habis pantengin Instagram orang-orang ya, yang pajang foto rumah cantik dan bikin sirik? Hihi.


Suami menunjukkan halaman web ang ia buka di laptopnya.  Hmm, ternyata ia membuka web BTNProperti di www.btnproperti.co.id

Ya, terus? #MukaDatar.
Bank BTN sih dari zaman dulu kala identik dengan bank yang menyediakan kredit rumah terjangkau bagi nasabahnya. Lalu?
Suami memandangiku gemas. Gemas ingin kruwel-kruwel aku saking lemotnya, hihi.
Ternyata saudara-saudara, website milik Bank BTN ini lengkap berisi seluk-beluk mencari rumah idaman. Iya, sudah lama aku tahu kalau Bank BTN adalah bank pionir di bidang pembiayaan rumah di Indonesia. Sudah terkenal sejak zaman kakek nenekku, dan orangtuaku pun mencicil rumah mereka lewat BTN.

Dan aku baru tahu kalau mereka punya website khusus untuk cari rumah? Duh, payah kali aku! Nggak kekinian blas! Website ini bukanlah website bank biasa. Tapi benar-benar dibuat untuk membantu kita yang mengejar impian punya rumah sendiri.

BTNProperti beralamat di www. btnproperti.co.id adalah portal khusus dari Bank BTN untuk para pengembang serta masyarakat yang ingin mendapatkan akses informasi tentang perumahan.  Di portal ini,  kita bisa mencari properti impian yang sesuai dengan kondisi keuangan kita. 

Buat newbie kayak kami, yang blank sama sekali  masalah seputar KPR,  yang kepanjangan KPR pun baru tahu setelah gugling, haha, website ini cocok sekali buat tempat nongkrong kita, hehe. Kalian bisa masuk ke menu KONSULTASI KPR. Jika punya pertanyaan seputar pengajuan kredit pemilikan rumah ini, entah masalah cicilan, dokumen yang dibutuhkan, apa saja, asal jangan curhat masalah pribadi atau ngobrol cerita sinetron tadi malam, hehe kalian bisa chat dengan agen atau menuliskan pertanyaan kalian di kolom yang tersedia. Pertanyaan ini akan segera dijawab oleh agen secara tertulis juga. Jangan lupa login, ya.
perhitungan skema cicilan KPR

Terus, untuk kalian yang bingung bagaimana perhitungan skema cicilan KPR dan memilih skema yang paling sesuai dengan kondisi keuangan rumah tangga, kalian bisa mengklik menu SIMULASI KPR. Jadi Kalian bisa tahu, harus menyetor uang muka berapa untuk jangka waktu cicilan yang kita inginkan. Ingat, cicilan KPR setiap bulan tak boleh mencapai 30% penghasilan kita ya, kata perencana keuangan bisa ngos-ngosan! Apalagi, KPR ini jangka waktunya tidak sebentar. Harus memperhitungkan dengan saksama kemampuan dan kondisi keuangan kita. Jangan sampai, kita harus puasa tiap hari karena cicilan KPR, hiks!

Terus, di situs website ini ada fitur baru yang menarik minat aku dan suamiku yaitu Komunitas Properti. Sebuah fitur marketplace yang berisi kategori yang berhubungan dengan kebutuhan rumah. Jadi seperti supermarket palugada, hehe. Kalian butuh tukang listrik, pembasmi hama, tukang cat hingga notaris tersedia dan bisa dilacak disini. Butuh tukang cat, segera cari lewat fitur ini. Kalau cari tukang cukur rambut, disini nggak ada ya! Camkan itu.

Kmunitas Properti yang berupa Marketplace
Yang memikat hatiku adalah, kita bisa melihat-lihat rumah yang dijual baik di perumahan atau bukan. Jadi, nggak perlu jauh-jauh, panas-panas menantang matahari Kota Semarang untuk berburu rumah. Kita bisa mengintip berbagai perumahan lewat website ini. Contohnya nih, aku bisa mengecek perumahan Griya Fajar Pesona di Karanganyar Solo, lokasi liburan favoritku karena udaranya yang sejuk. Disana, harga rumah tipe 50 sekitar Rp361.000.000. Kita juga bisa mengecek rumah apa yang masuk daftar lelang dan sebagainya.

Yang membuatku dan suami terpesona adalah adalah di  portal BTN Properti ini,  kita dapat melakukan pengajuan KPR secara online dengan persetujuan yang tak butuh waktu lama atau disebut pesetujuan seketika.  Coba lik http://bit.ly/PengajuanOnline di portal BTNProperti. 

Di portal BTNProperti,  pihak yang mengajukan kredit dapat mengisi formulir pengajuan kredit, dan memasukkan data dengan lengkap akan mendapat persetujuan awal kredit tanpa repot datang ke kantor Bank BTN. 

Tahu tidak,  Dokumen yang di upload tidak banyak lho untuk mendapat persetujuan seketika https://www.btnproperti.co.id/pengajuanonline. Proses pengajuan online lebih mudah, lebih cepat,  dan tentu saja lebih murah. Nah, siapa bilang mengajukan KPR itu prosesnya lama, ribet dan mahal? Pasti belum buka situs website ini!

Sungguh, setelah membuka-buka situs website ini, aku dan suami jadi optimis Insya Allah melalui Bank BTN,  kami berdua bisa mengurus KPR dengan lebih mudah, dan rumah idaman kami akan segera terwujud dalam waktu tak lama lagi, aamiin!



3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Rumah impianya keren juga,terlihat minimalis tapi desainya bagus. Suka suka. Btw saya juga menabung di Bank BTN, saya pilihnya tabungan batara

    BalasHapus
  3. congrats mbak, finally sudah memiliki rumah idamanmu yah :) sukses selalu.

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...