Senin, 17 April 2017

Kisah Cinta Mesra Bakul Buku dengan Ekspedisi Indonesia

Morning Lur, 

Sudah tahu belum Mimin Semarang Coret punya toko online www.tokonabihah.com? Bukan iklan hanya nyuruh borong kok tsaaaay, hehe. Iya, sejak tahun 2009, waktu Mimin masih jadi mahmud, Mimin sudah buka lapak buku online lho. Kisahnya pun cukup berliku nggak kalah dengan serial India di tipi.

Kisah Cinta Mesra Bakul Buku dengan JNE

Bukan sok intelek hihi, Mimin memang suka banget melahap berbagai jenis bacaan termasuk koran bekas pembungkus kacang jualan abang-abang. Hehe karena kesukaan membaca pula, Mimin Semarang Coret menjadi penulis ala-ala gegara kelamaan nganggur abis lulus kuliah haha. Kepepet itu sih! #Glek #blushing

Bikin lapak onlline pun awalnya nggak sengaja. Mimin ngaku, Mimin terjerumus, mimin khilaf, hiks.
Kalian semua suci, Mimin penuh goda #eh. Gegara pindah ikut abang kekasih hati di petilasannya di kaki Gunung Ungaran. Mimin pun terputus dari peradaban. #dikeroyokpendudukUngaran.

Saat itu, buku pertama dan kedua Mimin yang berjudul Keajaiban Bunga dan Kenapa Harus Melajang? baru terbit. Jangan dicari bukunya sekarang, sudah langka. Tunggu 10 tahun lagi siapa tahu bakal se-epik dan legendaris buku Titik Balik Eyang Pram #ngayal.

Jangan ngiler dagangan Mimin yaaa
Mimin memang lagi-lagi semangat-semangatnya. Maklum pengantin baru #apasih.
Semangat menyelesaikan naskah, semangat mengetuk pintu penerbit sekaligus pintu hati editor dan pasang tampang memelas agar naskah buku Mimin direview. Hihi. Alhamdulillah, akhirnya dua buku berhasil terbit! Terharu nggak sih, Lur? Apa, biasa saja? Jahara kalian! #TerLambeTurah.

Iyaa, nggak sia-sia Mimin cari wangsit semalam suntuk nenggak kopi luwak #congkak, biar dapat ide cling luwarbiyasak!

Sebagai penulis idaman para editor, Mimin Semarang Coret nggak hanya jago nulis #uhuk. Mimin juga bertekad menjual buku-buku Mimin. Iyaa, pembaca pasti pengen punya tanda tangan penulis idolanya kan? Kan? #plak! Baiklah, Mimin Semarang Coret akan menjual buku sendiri sebanyak-banyaknya! Berbonus tanda tangan penulisnya, suka atau tidak suka, harus mau! #dzigg.

Dimulailah petualangan Mimin sebagai penulis sekaligus penjual buku.
Lumayan kan, penulis dapat diskon penulis kalau pesan bukunya sendiri. Mimin bakal kaya! Hahaha #ketawatamak #TerMakIrits.

Rajin promo, pengiriman lancar, bakul dan pelanggan senaaang
Dari sinilah kisah cinta mesra bakul buku dengan kurir eh JNE terjalin indah.
Iyaa, benar-benar kisah cinta mesra bakul buku dengan JNE. Gimana nggak? Frekuensi pertemuan kami seminggu tiga kali, Mimin menyambangi agen JNE yang terdekat dari rumah. Sama suami saja, Mimin LDR an hanya ketemu seminggu sekali #ups #curcol #pedih.

Iyaaa, bukan ngecengin agennya, Mimin itu bekerja ya tolong pahami, mengirim buku pesanan hasil todongan Mimin pada teman-teman untuk dibeli #ups. Jangan gosipin Mimin di Lambe Nyinyir ya pliiiis! nanti Mimin dihempaskan babang suamiiih!

"Ayolah beli bukuku, biar penulis cantik kayak aku bisa beli berlian,"
#bujuk

"Beli bukuku yaa, kalau nggak nanti kuhadang di pengkolan!"
#kriminal #janganditiru

Buku adalah jendela kehidupan. Mata air kebijaksanaan. Terutama bukuku.
#MarioTeduh #bijak

"Ayo beli bukuku biar aku bisa makan besok,"
#melas #jualairmata

"Bukuku? istimewaaa!"
#TerCherryBelleLawas

Alhamdulillah, berkat pamer manjahh tiada tara di sosmed, merayu, membujuk dengan persuasi #mengerlingmanjah,  ala tukang obat, hingga sedikit maksa, bukuku banyak juga yang laku. Dibeli nggak? Beli nggak? Aku nangis niiiih...

Dari kunjungan rutin itu, akhirnya Mas JNE mau pick up paketku! Yippiee!
Mimin diapeliin! Ups, bukan! Dengan pick up, Mimin nggak usah basah-basahan atau kepanasan, berpayah-payah mengantar paket ke agen. Tinggal sms si babang kurir, paket Mimin diambil segeraa! Unch, unch!

Petualangan berjualan online pun terus berlanjut.
Mimin semakin nyandu buat jualan. Sering kulakan untuk stok toko buku online. Tak usah susah-suah mengunjungi agen JNE untuk kirim paket karena semua paket dipikap oleh Mas Kurir. Jadi, Mimin tsyantiik bisa fokus nulis buku, promosi dan momong anak.

Untung ada JNE asistenku ups partner hidup Mimin dalam bisnis seorang emak rumahan hihihi. Bahkan agen JNE langganan baik lho, bayarnya nanti saja yang penting paket dikirim dulu. Kudu dikejar-kejar buat tagih invoice ongkir karena sering lupa. Sing ngutang ki sopo? Aih, lumayan kan Lur kalau dese beneran lupa! Hahaha. #plak

Pas Bulan Ramadan, Mimin juga terpapar euforia jualan kue.
Alhamdulillah, labanya bisa untuk  beli baju untuk anak dan sangu mudik berkat giat menjual kue kering dengan partner JNE di awal Ramadan. Paket sampai dengan selamat, kue kering cantik nan menggiurkan itu nggak bertransformasi jadi remahan rengginang. Wow!

Pernah paket yang dikirim ketlingsut, pihak JNE berusaha melacak dan mengabari dimana posisi paket itu berada. Dan dengan siapa #eh. Alhamdulillah, akhirnya ketemu deh paketnya dan berhasil sampai dengan selamat di pelanggan setia lapak Mimin. Sungguh legaaa, pemirsah!

Berakhir sudah penantian penuh desah khawatir merasuk sukma ini. Mimin bisa bobok syantiiik!

Mimin Semarang Coret juga pernah mengirim paspor ke sebuah kantor penerbit di Bandung.
Deg-degan karena kalau sampai telat sampai, Mimin terancam batal piknik gratisan ke negeri tetangga buat kencan dengan gajah #eh. Kalau paspor nggak terkirim tepat waktu, Mimin balik lagi piknik di Ungaran dan sekitarnya, Aih tak mengapa! Bandungan juga syantik!

Masa harus mlipir ke Bandung antar paspor? Mimin lelaaah! Alhamdulillah, oleh kantor disarankan kirim pakai JNE dan paket berisi barang keramat itu sampai di Bandung tanpa cedera. Mimin bahagia tiada bandingnyaaa, unch, unchh...

Nah, seiring kebekenan Mimin yang menanjak sebagai penulis dan blogger, Mimin sering dapat paket tuh lewat JNE. Saking berdedikasinya kurir JNE, pernah antar malam buta ke rumah Mimin! Pagar diketuk dan Mimin serta orang rumah mengintip deg-deg splash. Pencurikah? Setan? Artis Bollywood kesasar?

"Permisi, Paket Bu!"
#gubrak #masdahjamsepuluhmalam #situnggabobok?

Ternyata, paket makanan dari saudara Mimin di Jambi yang harus YES dan kalau ditunda besok, pempek homemade itu bisa basi. Aih, i love u pull! 

Beneran deh JNE istimewa menularkan kebahagiaan, Lur.
Salah satunya berhasil mengirim tanda cinta berupa pempek dari saudara Mimin nun jauh dimato. Dekata di jari #watsapanmulu.

Syukurlah, Emak rempong berbuntut dua seperti Mimin bisa jadi emak super, bisa momong anak, ngeblog Semarang Coret dan mengubek-ubek cerita Kabupaten Semarang, ngelapak, nulis buku. Semua dikerjakan dari rumah, hehe. Syedaaap terima kasih JNE Express!




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...