Senin, 06 Juni 2016

Menghayati Pemandangan Tiga Gunung di Jembatan Biru, Rawa Pening

Morning Lur,

Bertemu lagi dengan Anggra Prasetyo, lelaki tampan dari Bawen, hehe. 
Kali ini, saya ingin mengajak Sedulur berwisata ke Jembatan Biru. Hihi ini bukan pesaing lagu keroncong Jembatan Merah yang terkenal itu. Tapi sebuah nama tempat wisata di Tuntang, Kabupaten Semarang.

Jembatan Biru Rawa Pening Ambarawa kabupaten Semarang
Jembatan Biru Rawa Pening Ambarawa
Namanya saja Jembatan Biru, jadi jembatan ini juga berwarna biru, Lur. Jembatan Biru adalah jembatan buntung berwarna biru yang membentang dari Desa Sumurup Bawen dan termasuk juga di Desa Tuntang karena Jembatan ini di tengah-tengah Rawa Pening. Sebenarnya mirip dermaga ya karena jembatannya tidak menuju kemana-mana.

Jembatan Biru ini termasuk wisata lokal yang masih hangat diperbincangkan.
Bayangkan saja, jembatan ini berada di tengah Rawa Pening, anginnya tentu saja semriwing alias sejuk! Walaupun masih baru, namun jembatan ini ramai dikunjungi terutama pada sore hari ketika cuaca tidak lagi panas terik. Apalagi di bulan Ramadan ya, bisa sekalian ngabuburit menunggu buka puasa, menikmati pemandangan.

Jembatan Biru Rawa Pening Ambarawa kabupaten Semarang
Jembatan Biru dari kejauhan

Bagi kaum muda yang masih jomblo sebelum datang ke tempat ini harus menguatkan tekad dan iman agar tidak mendadak galau. Mengapa, Lur? Iya, Karena di jembatan ini banyak orang pacaran. Kalau tidak percaya, datang saja ke sini. Curhat sedikit Lur, waktu pertama kali saya datang ke tempat ini sendirian, ya sekadar ingin melepas penat. 

Waktu berjalan di jembatan ini tiba-tiba berpapasan dengan dua anak ABG dan salah seorang meledek saya. Tidak sopan ik!

 “Mas kok dewe,  Ora ngejak Yange,”
Ya Allah, langsung galau mendadak! Berikan saya pendamping hidup, Tuhan! #eh. 

pemandangan seperti ini bikin yang jomblo galau berkepanjangan hehe

Oke, kembali ke laptop.
Untuk datang ke Jembatan Biru, Sedulur tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam.
Yang sedang bokek tapi ingin sekali berwisata,  Jembatan Biru bisa menjadi solusinya. Karena untuk masuk ke daerah wisata lokal ini gratis tidak di pungut biaya, cukup bayar parkir saja Rp2000. Irit kan, Lur? Cocok untuk hiburan di tanggal tua. Hehe.

Kalau tidak mau bayar parkir biar tambah irit, tidak usah pakai kendaraan juga bisa, tapi “mlaku seko omah” beres kan. Plak.  Idih, Jembatan doang? Membosankan!
Aih, jangan salah, Lur! Pemandangannya memesona! 

naik perahu wisata mengelilingi Rawa Pening

Sedulur bisa menghayati pemandangan Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Kendil, Nelayan yang sedang mencari ikan di atas perahu, hingga burung Kuntul yang beterbangan. Menurut seorang blogger, keindahan Jembatan Biru adalah langit, gunung dan air berpadu merdu. Puitis sekali bukan? Bagaimana tidak? Kita bisa menikmati keindahan lima gunung dari kejauhan berpadu dengan langit biru dan Rawa Pening yang sunyi hanya dengan berdiri di atas Jembatan Biru.

Nah, selain numpang ngadem di jembatan, bisa melakukan kegiatan apa lagi ya?
Jangan khawatir, Di Jembatan Biru ini juga di sediakan wahana naik perahu wisata mengelilingi Rawa Pening dengan hanya membayar Rp5000 per orang. Di tengah-tengah Rawa Pening, Sedulur bisa berfoto ria dan langsung posting di Instagram biar kekinian, Lur.


Untuk yang hobi memancing, disini asyik sekali, Lur.
Sedulur bisa memancing sambil naik perahu yang bisa disewa. Lebih seru lagi karena terdapat berbagai warung apung yang menyediakan beraneka ragam kuliner dengan harga terjangkau.
Lho, kok warung apung, warungnya benar mengapung di atas air? 

Yup,  benar! Warung apung ini memang mengapung di atas air karena beralaskan banyak tong. Serasa sedang berada di Palembang atau Banjarmasin, menikmati kuliner di atas kapal. Hihihi. Bila teman-teman datang ke tempat wisata ini di hari minggu, bisa menikmati pemandangan kereta api uap melintas karena sepanjang tepian Rawa Pening adalah rel kereta api kuno yang beroperasi di hari Minggu. Dari Museum Kereta Api Ambarawa menuju Tuntang.

Pemandangan pegunungan dari kejauhan (Foto: Reksita Galuh www.jalankuseru.blogspot.co.id)

Oh iya, Setiap pukul 06.00 di Jembatan Biru diadakan senam kebugaran bersama. Sedulur bisa ikut berolahraga bersama pengunjung lain. Segar sekali kan berolahraga sambil menikmati pemandangan nan amazing! Lelah tubuh dan lelah pikiran bakal lenyap seketika.

Nah, sudah jelas kan apa itu Jembatan Biru? Makanya yang belum berwisata ke Jembatan Biru, ayo buruan datang ajak keluarga, teman, pacar, dan tetangga. Dijamin seru untuk melepas pikiran dan tubuh penat. Jangan sampai diledek sedulurmu lho, uripmu kurang piknik, hehehe. Pamit ah! Jangan lupa untuk bahagia, Lur! (Kontributor: Anggra Prasetyo, Bawen)

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...