Rabu, 20 April 2016

Komunitas Penulis Ambarawa, From Zero to Hero

Morning, Lur,

Kali ini Semarang Coret ingin mengajak Sedulur mengenal satu lagi komunitas penulis di Kabupaten Semarang. Setelah berkenalan dengan Komunitas Penulis Ungaran, kini ada saudara tua KPU yatu Komunitas Penulis Ambarawa.

Berawal dari kegelisahan tentang dunia literasi yang kurang bergairah di Ambarawa dan sekitarnya, lahirlah Komunitas Penulis Ambarawa. Penarawa, begitu sering disebut, digagas oleh Ibu Budiyanti, seorang guru SMP serta Mas Agus Surawan. Mereka adalah pencinta sastra yang bergerak dari nol.

Pena Rawa Komunitas Penulis Ambarawa Kab Semarang
Kopdar Pena Rawayang diselingi musikalisasi puisi

Tanggal 4 Januari 2013 Penarawa dikukuhkan, saat itu hanya segelintir orang anggotanya.
Makin lama, anggota Penarawa yang eksis di grup FB kian meningkat. Tak hanya dari Ambarawa tetapi dari daerah lainnya, Sumowono, Bandungan, Ungaran, Temanggung, Salatiga, Boja, Jakarta bahkan juga luar Jawa.

Walau tertatih, Penarawa mulai bertumbuh dan benar-benar membuat semangat anggotanya tak pernah mati. Anggotanya dari berbagai kalangan. Ada ibu rumah tangga, guru, mahasiswa, siwa siswi SMP-SMA, pedagang, dll. Karena kita getol menyuarakan gerakan baca tulis, orang mulai banyak mengenal penarawa.

Pena Rawa Komunitas Penulis Ambarawa Kab Semarang
Kopdar Pertama Pena Rawa embrio lahirnya komunitas penulis Ambarawa
Beberapa kali Penarawa mengundang nara sumber untuk berbagi ilmunya. Seperti Bang Saut Poltak Tambunan, seorang penulis novel yang novelnya sudah banyak difilmkan, Mbak Dian Navi, sorang novelist dari Demak yang dengan senang hati membagi ilmu menulis novelnya.
Pak Floribertus Rahardi, sastrawan yang tak usah diragukan lagi kepiawaiannya dalam mengolah puisi, Pak Bambang Eka Prasetya, cara pembacaan puisinya yang keren sangat, Pak Murbandono, juga Bapak Johan Wahyudi. Suatu saat, boleh juga dong undang Mbak Dewi `Dedew` Rieka penulis Anak Kost Dodol berbagi ilmunya di penarawa, ya.

Pena Rawa Komunitas Penulis Ambarawa Kab Semarang
kegiatan Pena Rawa yang sarat ilmu
Harapan ke depan, dengan adanya Penarawa ini, membuat kita semakin giat menulis. Beberapa anggotan semakin melanglang buana karyanya. Undangan berbagi ilmu kepenulisan juga kami terima, untuk daerah sekitar Ambarawa dan sekitarnya. Karena berbagi ilmu itu indah dan bikin kita makin kaya ilmu juga saudara.

Penarawa juga berhubungan baik dengan beberapa komunitas seni lainnya, baik seni musik, lukis, teater, tari juga komunitas budaya. Harapannya suatu hari bisa berkolaborasi menghasilkan karya yang menyemangati para penerus bangsa ini.

Kegiatan rutin penarawa adalah kopdar atau kopi darat. Dalam kopdar biasanya ada karya yang akan dibahas. Kopdar Ahad tanggal 17 April 2016 kemarin di Aula Mater Alma, membahas tentang buku ketiga Penarawa yang akan segera launching dengan judul Ambarawa Seribu Wajah. Dalam buku ini terdapat karya puisi dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan bawah sampai atas, dari bupati sampai penjual asongan, pelajar SD, SMP juga SMA. Lintas generasi, lintas agama, untuk kebersamaan dan penggiatan dunia literasi.

Pena Rawa Komunitas Penulis Ambarawa Kab Semarang
Peatihan menulis puisi bersama sastrawan F Rahardi
Oh ya, sebelumnya Penarawa juga berhasil menerbitkan 2 buku antologi. 
Yaitu Ambarawa di Ujung Pena dan Ambarawa Mekar Sekuntum Kenangan. Yup, Penarawa memang memulai segalanyaa dari nol, segala rintangan pasti ada. Kita kuat karena kebersamaan, kita kuat karena sama-sama punya mimpi. Semoga Penarawa makin jaya dan bisa memberi aura positif serta kreatif untuk dunia literasi. 
Sedulur ingin bergabung? Monggo add saja Grup Facebook Penulis Ambarawa di Facebook.
Salam Penarawa! (Kontributor: Wahyu Widyaningrum, Ambarawa)




































2 komentar:

  1. huree.. ada akuuh.. hihi, makasih mba wahyu dan mba dedew..
    maju terus Penarawa!!

    BalasHapus
  2. Tengkyu juga Mbak Dedew, gek mbukak ik... jaya Penarawa!

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...