Rabu, 24 Februari 2016

Merayakan Imlek di Vihara Buddhagaya Watugong Semarang

Morning Lur,
  
Masih belum terlambat untuk mengucapkan Gong Xi Fa Cai.... Selamat datang tahun kera emas, Semoga keberuntungan dan kemakmuran selalu bersama kita, Lur! Aamiin.

Vihara Buddhagaya Watugong Semarang
Vihara Buddhagaya Semarang pagodatertinggi di Indonesia
Kali ini kita bersama Sekolah Kucica Ungaran dalam rangka outing class, mengunjungi wisata religi  Vihara Buddhagaya Watugong Semarang yang merupakan tempat ibadah umat Budha.  Lokasinya sangatlah strategis yaitu terletak di tepi Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudak Payung Semarang dan berseberangan dengan Markas Kodam Pudak Payung. Anak-anak Sekolah Kucica Ungaran diajak berwisata ke Vihara untuk mengenal tempat ibadah dan keanekaragaman masyarakat Indonesia.

Dari jalan raya pun pagodanya bisa terlihat. Vihara Buddhagaya Watugong Semarang terbuka untuk umum dari jam 07.00 - 21.00 WIB dan untuk masuk kesini tidak dipungut biaya, pengunjung cukup memberikannya secara sukarela.

Vihara Buddhagaya Watugong Semarang
Bangunan Vihara Dhammasala untuk berdoa
Pertama kali kita memasuki area vihara, kita akan melihat area seluas 2,5 Ha dengan tapak berkontur yang ditumbuhi berbagai macam pohon dan tanaman perindang sehingga membuat udara sekitar vihara menjadi lumayan sejuk. Maklum, udara Semarang disiang hari pol betul panasnya. Sebaiknya sedulur meminta ijin dahulu kepada petugas satpam sebelum memasuki area vihara lalu kita akan mendapatkan kartu tanda parkir kendaraan.

Untuk mengetahui sejarah lebih lengkap tentang Vihara Buddhagaya, sudah ada Pak Kashmiri sebagai  guide yang akan memandu kita berkeliling. Vihara Buddhagaya memiliki dua bangunan yang menonjol yaitu Vihara Dhammasala dan Pagoda Avalokitesvara. 

Anak-anak Sekolah Kucica Ungaran berkeliling ditemani pemandu Pak Kashmiri
Pertama-tama, kita dipandu menuju Vihara Dhammasala yang merupakan tempat berdoa. 
Sebelum masuk kedalam, kita diwajibkan menginjak tiga relief yang ada dilantai dengan tujuan supaya kita masuk kedalam vihara dengan hati yang bersih. Relief ayam melambangkan keserakahan, relief ular melambangkan kebencian, relief babi melambangkan kemalasan.  

Vihara Buddhagaya Watugong Semarang
Patung Dewa di Vihara Dhammasala Watugong
Jangan lupa untuk melepaskan alas kaki sebelum masuh ke tempat doa. 
Didalam vihara terdapat patung Budha Rupang berlapis emas setinggi 2 meter. Pak Kasmiri menceritakan mengenai sejarah pembangunan Vihara Buddhagaya, diceritakan bahwa disini menganut ajaran Budha biksu asal Srilanka bernama Netada. Beberapa bahan vihara sengaja didatangkan dari Cina, seperti railing tangga batu, tiang batu yang berjumlah dua dengan ukiran menawan, kolam naga, dan genting bahkan mendatangkan cangkokan Pohon Bodhi dari Srilanka.

Vihara Buddhagaya Watugong Semarang
Patung Buddha setinggi dua meter di dalam Vihara Dhammasala
Setelah penjelasan dari selesai, kita diarahkan menuju ke Pagoda Avalokitesvera. 
Selama perjalanan kita melewati tempat meditasi bagi biksu atau umat Budha. Tempatnya berupa pondok-pondok kecil yang terbuat dari kayu. Selain itu kita juga melewati patung Budha tidur dengan ukuran besar.

Sesampainya di pagoda,  kita dibuat takjub dengan kemegahan pagoda setinggi 45 meter yang merupakan pagoda tertinggi di Indonesia. Keren ya, Lur!

Vihara Buddhagaya Watugong Semarang
Patung Dewi Kwan Im di dalam pagoda Avalokitesvara
Pagoda Avalokitesvera terdiri dari tujuh tingkatan yang bermakna bahwa seorang pertapa akan mencapai kesucian dalam tingkat ketujuh. Pada tingkatan 1 - 6 terdapat patung Dewi Kwam In yang menghadap kesegala penjuru arah mata angin, sedangkan pada tingkat ke 7 terdapat patung Amitaba yang merupakan guru besar dewa dan manusia, kemudian dibagian puncak pagoda terdapat stupa untuk menyimpan butir-butir mutiara yang keluar dari Sang Buddha.  

Vihara Buddhagaya Watugong Semarang
Pagoda tertinggi di Indonesia dan mendapat rekor MURI
Bagian dalam pagoda berbentuk segi delapan dengan ukuran 15 x 15 meter dan didalamnya terdapat patung Dewi Kwam In yang dilapisi emas setinggi 5,1 meter. Untuk masuk kita harus melepaskan alas kaki dan kita pun diijinkan untuk mengambil fotonya. Di patung Dewi Kwan Im yang sedang membawa bunga teratai, kerap digunakan pengunjung untuk berdoa meminta jodoh yangbaik. Sedangkan pada patung Dewi Kwan Im yang sedang menggendong anak, pengunjung ada yangberdoa agar diberi keturunan. Totalnya, ada sekitar 30 patung di Vihara Buddhagaya Semarang ini.

Keluar dari pagoda kita menuruni tangga dan menuju pelataran depan pagoda yang sangat rindang. Disana terdapat patung Dewi Kwam In dan patung Buddha yang duduk dibawah pohon Bodhi. Terdapat banyak sekali pita doa yang digantungkan pada pohon tersebut. 

Vihara Buddhagaya Watugong Semarang
Patung Buddha tidur di pelataran halaman Vihara Buddhagaya Semarang
Pengunjung umum pun dapat memanjatkan permohonan, dengan membeli pita doa seharga Rp. 10.000,- di dalam pagoda, lalu menuliskan permohonan dan mengantungkan pita pada pohon. Pohon ini merupakan pohon suci bagi umat Buddha, dimana Pertapa Sidharta mencapai pencerahan tertinggi menjadi Buddha di Bodhgaya, India pada 2500 tahun yang lalu. Seperti diceritakan sebelumnya, Pohon Bodhi ini merupakan cangkokan dari Pohon Bodhi yang ada di Srilanka.

Pondok meditasi bagi biksu atau umat buddha yang ingin bermeditasi
Sangat menyenangkan mengunjungi tempat wisata religi ini, tempat yang luas dan tenang, selain religi juga ada unsur historis didalamnya, bangunan dan detail arsitekturalnya yang unik. Vihara ini juga kerap kali dipakai calon pengantin untuk membuat foto pre wedding atas izin pengurus vihara, tentunya.

Saran Mimin, ketika mengunjungi Vihara Buddhagaya Watugong Semarang adalah membawa bekal makanan dan minuman sendiri, karena di komplek vihara tidak ada kios yang menjual makanan dan minuman.

Vihara Buddhagaya Semarang
Murid Sekolah Kucica Ungaran berfoto di bawah pohon berpita doa
Kita bisa istirahat di playground  atau di pelataran dekat Pohon Bodhi tapi jangan lupa buang sampah pada tempatnya ya. Ambil foto sebanyak-banyaknya karena disana banyak sekali spot bagus untuk berfoto,  namun jangan lupa jaga ketenangan karena disana merupakan tempat ibadah (Kontributor: Aryani Prabaningrum-Ungaran)

Tulisan ini diikutsertakan dalam Telisik Imlek Blog Competition JakartaCorners yang di Sponsori oleh Batiqa Hotels

8 komentar:

  1. Balasan
    1. hihi kasian ya si babi..dituduh2 :D

      Hapus
  2. Kaya di thailand bangkok ya sebenernya semarang kental dengan budha hindu, patung emas ada juga, klo disini kwan im dan tadi budha tidur juga, klo bangkok patung budhanya emas

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, keren pisan nih Semarang, pagoda tertinggi di Indonesia lho :)

      Hapus
  3. ternyata ular dan babi mempunyai konotasi yang buruk dalam ajaran agama budha ya, btw saya belum pernah berkunjung ke vihara. pengeeeen

    BalasHapus
  4. nice article, mbak dew...kemarin aku ke sini yeeeppiiieee

    BalasHapus
    Balasan
    1. tengkyu mba donna,penulisnya aryani prabaningrum :)

      Hapus
  5. sebagai orang yang kuliah di semarang aku merasa gagal karena belum pernah mengunjungi vihara ini :(

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...