Senin, 21 Desember 2015

Mari Berkunjung Ke Desa Menari Tanon, Getasan :)

Morning Lur,

Happy Monday!
Kali ini Mimin ingin menceritakan kunjungan Mimin bersama Sekolah Kucica, sekolah anak Mimin ke Desa Menari. Lokasi “Desa Menari” atau Desa Wisata Tanon di kaki Gunung Telomoyo, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Desa Menari Tanon Getasan Kabupaten Semarang
Tarian selamat datang dari bocah-bocah seniman Tanon

Sudah pernah kesana, belum Lur? Atau pernah membaca beritanya?

Awalnya Dusun Tanon adalah desa biasa saja, tak ada istimewanya dibandingkan dengan desa lain di Jawa Tengah. Lalu seorang pemuda yang baru lulus kuliah di Semarang, memutuskan kembali ke desanya, Tanon. Ia ingin memajukan desanya yang terletak di kaki Gunung Telomoyo itu. Pemuda bernama Trisno itu adalah pemuda pertama yang menjadi sarjana di desanya. Ia lulus menjadi sarjana Psikologi di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Keren ya, Lur!

Desa Menari Tanon Getasan Kabupaten Semarang
welcome drink Desa Menari
Pemuda yang berasal dari keluarga peternak itu lalu memutar otak, bagaimana mengembangkan desanya yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah bertani, beternak, dan menghasilkan labu kuning? Ia terinspirasi beberapa desa wisata yang dianggapnya berhasil memajukan tingkat perekonomian warga desanya. 


Murid Sekolah Kucica antusias berkunjung ke Desa Menari Tanon

Maka Mas Trisno, warga Desa Ngrawan kelahiran 12 Oktober 1981 itu melirik potensi desanya. Gimana kalau membuat paket wisata outbond ndeso? Desa Ngrawan masih memegang tradisi kuat sejak zaman dulu kala, yaitu berekspresi melalui kesenian. Walaupun mata pencaharianna petani dan peternak, warganya konsisten mengikuti kegiatan karawitan dan ketoprak. Itulah yang dijual Mas Trisno kepada pengunjung sebagai brand, Desa Menari. Ia ingin meningkatkan bidang pariwisata di desanya.

Desa Menari Tanon Getasan Kabupaten Semarang
Tarian Topeng Ayu diiringi gamelan oleh bapak-bapak Desa Tanon
Desa wisata ini digagas sejak tahun 2009. Berawal dari suksesnya penduduk dusun menerima kelompok mahasiswa KKN yang hidup berbaur dengan masyarakat, Anak-anak KKN itu selalu betah dan ingin kembali lagi kesana. Akhirnya Mas Tris dan para penduduk memutuskan membuat suatu desa wisata Tanon, dimana segenap warga desa siap menerima kunjungan wisatawan untuk menaksikan kesenian mereka, belajar berwirausaha, atau menginap di desa dan berbaur dengan warga desa.

Segenap warga desa berbagai usia aktif latihan dan menampilkan berbagai jenis tarian diantaranya Tari Topeng Ayu, Tari Warok Kreasi, Tari Kuda Debok, dan Tari Kuda Kiprah.  

Desa Menari Tanon Getasan Kabupaten Semarang
riuh dan merdu suara harmonisasi alu dan lesung bapak-bapak Desa Tanon
Pada tahun 2012, Desa Wisata ini dicanangkan.
Mereka membuat beberapa paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Salah satunya adalah One Day Tour dimana rombongan wisatawan akan menikmati sehari di Desa Tanon.

Ketika tiba di Desa Tanon, Para tamu akan disambut dengan hidangan minuman teh dan wedang secang dan getuk sawut serta gorengan sedap lainnya. Minumannya terbuat dari tumbuhan herbal, berwarna merah mudah alami, bukan dari bahan pewarna kimia, lho Lur. Rasanya hangat di tenggorokan lho, Lur minumannya. 

Setelah tamu duduk manis di Sanggar Ki Tanuwijoyo, Anak-anak desa menyambut tamu dengan Tari Warok, yang diiringi oleh musik gamelan secara live. Wow, tariannya dibawakan dengan kompak, Lur! Mereka nampak benar-benar menghayati dan menikmati tarian itu. Penonton pun terpukau.

Desa Menari Tanon Getasan Kabupaten Semarang
Mas Tris memperagakan cra membuat sabun susu produksi Tanon
Setelah welcome dance, kita diajak menari oleh anak-anak dengan luwesnya. Dan setelah tarian selesai, kita bisa berfoto dengan para penari dalam pakaian tarinya yang unik. Kegiatan selanjutnya, sesuai pilihan paket yang sudah dipilh. Sekelompok bapak tua memegang alu dan mulai menumbuk buliran padi di lesung. Tujuannya untuk memisahkan kulit gabah dari berasnya secara mekanik.

Tahu tidak Lur, kalau masing-masing alu yang ditumbukkan berirama hingga menimbulkan alunan dana yang harmonis ini usianya adalah 36 tahun dan 102 tahun? Anak-anak Kucica kegirangan mendengar musik merdua dari pukulan alu di lesung, tempat menumbuk padi yang berbentuk perahu itu. Mereka lalu berebutan ingin mencoba sendiri menumbuk butiran padi. Wah, ternyata tidak mudah ya?

Setelah itu, kami disuguhi makan siang oleh para ibu warga dusun. Makan siangnya sederhana namun nikmat, yaitu sayur sop, gudangan, nasi putih dan lauk-pauk seperti tempe, tahu dan ayam goreng. Anak-anak menikmati santap siangnya dengan nikmat.

Acara berikutnya adalah peragaan membuat sabun mandi dari bahan susu sapi.
Ya, ternyata desa ini juga memiliki usaha kecil berupa pembuatan sabun mandi susu. Anak-anak diajak melihat cara membuat sabun lulur yang bahannya terdiri dari susu sapi, minyak sawit, minyak zaitun dan lainnya. Wah, tambah ilmu baru lagi hari ini!

Desa Menari Tanon Getasan Kabupaten Semarang
pasar rakyat dimana kita bisa membeli keripik waluh yang enak

Anak-anak dan orangtuanya lalu diajak bermain di tanah lapang tak jauh dari sanggar.
Permainannya ada dua yaitu menabung kelereng dan tangga manusia. Untuk permainan ini, dilakukan oleh dua tim dan dibutuhkan kerja sama tim yang kompak untuk memenangkan permainan.

Permainan menabung kelereng ini cara memainkannya mudah kok, masing-masing anggota tim memegang sebilah bambu, lalu menyambungkannya hingga kelereng yang digelindingkan bisa melalui beberapa bilah bambu yang dipegang anggota tim dan masuk ke celengan bambu di ujung bilah bambu. Yang tercepat memasukkan kelereng ke dalam celengan adalah pemenangnya. Seru Lur, anak-anak sampai menjerit kegirangan, hehe.

Desa Menari Tanon Kabupaten Semarang
anak sekolah Kucica diajak menari bersama penari Topeng Ayu
Oh iya, banyak paket wisata yang bisa dipilih lho.
Dan uniknya, bisa dinikmati anak-anak hingga orang dewasa. Ada paket wisata homestay yaitu menginap di rumah penduduk dan berbaur, merasakan atmosfer kehidupan desa, ada acara jalan-jalan ke Gunung Telomoyo menyaksikan air terjunnya, ada paket wirausaha hingga paket beternak dan bercocok tanam. Jadi tamu tinggal memilih paket apa yang diinginkan.

Desa Menari Tanon Kabupaten Semarang
Mas Tris memandu acara hari itu
Acara terakhir adalah pentas tari topeng ayu yang dinantikan pengunjung.
Sekelompok remaja tanggung dengan kostum meriah menarikan sebuah tari yang rancak. Mereka tampil kompak dan menarik pengunjung untuk ikut bergoyang diiringi gamelan. Di akhir acara, para tamu dapat menari bersama penari dan sekaligus foto bersama.

Satu hari menyenangkan di Desa Menari Tanon.
Selain kegiatan membuat sabun, menumbuk lesung, dan menyaksikan tari-tarian, kita juga bisa berbelanja di pasar rakyat, Lur. Para ibu menjual makanan khas Desa Tanon seperti aneka cemilan dari labu kuning, buah alpukat, keripik bayam dan lainnya.

Alhamdulillah, Mas Trisno dan teman-teman berhasil mewujudkan impian mereka untuk membangun desanya. Harapan Mas Tris memberdayakan pemuda dan penduduk desanya perlahan mulai terwujud.

Kunjungan wisatawan ke Tanon cukup menggembirakan.
Menurut Mas Tris, jadwal mereka untuk liburan ini sudah padat. Tamu yang datang tak hanya dari Jawa Tengah saja, tapi juga propinsi lain seperti Jakarta, Bali dan lainnya. Bahkan Desa Wisata ini sudah dikenal hingga mancanegara.
Desa Menari Tanon Kabupaten Semarang
penari topeng ayu berpose bersama murid Sekolah Kucica Ungaran
Ayah tiga anak ini pun berkali-kali memberi pelatihan dan menerima studi banding dari berbagai kota seperti Jepara dan Kendal. Karena jasanya telah berhasil membangun desa wisata, Mas Trisno mendapatkan penghargaan dari PT. Astra International, Tbk  yaitu Semangat Astra Terpadu (SATU) Untuk Indonesia Award 2015 untuk kategori lingkungan. Penghargaan ini tidak membuat Mas Tris jumawa, tapi makin bersemangat berkarya memajukan desanya. Untuk informasi lebih lengkap tentang desa menari dan paket wisata yang ditawarkan, monggo kunjungi: www.desawisatatanon.com.

Desa Menari Tanon
Dusun Tanon, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
HP: 0813-2949-2255








15 komentar:

  1. baru tahu tentang ini. ah,,,banyak yang masih belum kueskplore dari Semarang nih mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. uk dikunjungi, bagusnya bersama rombongan yaaa...

      Hapus
  2. Sangar banget perintisnya. Tfs mimin cancikk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap yo Dit, katanya Desa Menari ini udah mendapatkan pemasukan ratusan juta dari karya mereka ini, penduduk desa jadi lebih sejahtera...

      Hapus
  3. Klo cuma rombongan keluarga gitu bisa nggak Min?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa sih mak, hanya banyak atau dikit jumlah rombongannya, biayanya sama..

      Hapus
  4. Lucu anak-anak kecil pada nari menyambut tamu

    BalasHapus
  5. sabun susunya bagus buat kulit, setiap ketanon pasti beli...

    BalasHapus
  6. Wiih banyak yang menarik ternyata yaaa di kabupaten Semarang

    BalasHapus
  7. Duh, Semarang kaya akan budaya gini ya :D salut sama Pak Tris :))

    BalasHapus
  8. bagus juga ya, tapi sepertinya kalau desa sudah dijadikan daerah wisata segala sesuatu akhirnay dibisniskan ya. Memang lebih enak kalau pergi ke desa yang benar2 kehidupan aslinya terlihat dan tinggal di sana sambil menyelami kehidupan mereka

    BalasHapus
  9. Asik y sedesa jd berpenghasilan

    BalasHapus
  10. Welcome drink nya bagus : Pink!

    * cocok buat anak sekolah ya mbak... :)

    BalasHapus
  11. Akhir-akhir ini saya mulai suka mengunjungi Desa Wisata. Semoga saja berkah, bisa diundang ke tiap desa wisata hahahahha

    BalasHapus
  12. Pernah liat papan petunjuk jalan pas mo ke kopeng.tp klo kesana cuma berempat ga seru kayanys ya mbak enakan rombongan gtu

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...