Rabu, 25 November 2015

Menjelajahi Benteng Willem II di Ungaran

Morning Lur, 

Warga Kota Ungaran patut bangga karena memiliki beberapa bangunan kolonial bersejarah yang notabene dahulu adalah bangunan yang dibangun pada masa kolonial Belanda.

Benteng Willem II Ungaran 

Salah satunya adalah Benteng Willem II atau yang lebih dikenal dengan Benteng Ungaran.
Benteng Willem II Ungaran yang terawat 
Benteng  ini berada di pusat kota Ungaran, tepat dijalan utama, Jalan Diponegoro No. 148, Ungaran. Benteng Willem  II berseberangan dengan Gedung Kantor Bupati Kabupaten Semarang.


Masih dalam ingatan, dahulu benteng pernah digunakan sebagai tempat tinggal beberapa anggota polisi.

Dan setelah direvitalisasi, Benteng Willem II digunakan sebagai Balai Pertemuan  Polisi dan Masyarakat yang dikelola oleh Polri dan sayangnya,  tidak terbuka untuk umum.


Mengulik sejarah dari keberadaan Benteng Willem II pada jaman dahulu sangatlah menarik, namun sangat disayangkan karena ternyata tidak semua warga mengetahuinya.

Dahulu Benteng Willem II mendapat sebutan Fort Outmoeting atau encounter untuk mengenang pertemuan bersejarah antara Pakubuwono II dengan Gubernur Jendral Van Imhoff pada tahun 1747.

Lukisan Van Imhoff
Belum ada informasi yang jelas kenapa namanya berubah menjadi Benteng Willem II. Benteng Willem II juga pernah menjadi tempat transit Pangeran Diponegoro sebelum diasingkan ke Makassar.

Memasuki halaman muka benteng, terdapat taman dengan tatanan landskape minimalis dan patung Pangeran Diponegoro berukuran sedang.

Patung pangeran Diponegoro di Benteng 
Didepan pintu masuk benteng terdapat mural patung yang menunjukkan wajah dari Van Imhoff dengan tulisan 1743 - 1750 yang merupakan tahun Beliau bertugas.

Memasuki benteng, kita akan melihat dua  lorong berseberangan , salah satunya terdapat tangga. Tangga terbuat dari kayu jati dengan panjang sekitar 1 meter dengan ketebalan 3 cm.

Tangga menghubungkan antara lantai dasar dengan lantai atas yang terdapat ruangan besar dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 5 meter.

Meriam kembar jadi mengingatkan masa lalu
Lantai dan plafond ruangan terbuat dari kayu, tembok dicat dengan warna putih dengan banyak ornamen jendela berukuran sedang.

Bagian teras muka di lantai dua, terdapat meriam berjumlah 2 pada tiap sisinya.
Bagian tengah benteng berupa halaman terbuka dengan lantai berwana hitam.

Yang disayangkan adalah adanya tambahan bangunan baru berupa panggung dimana konon sebelumnya terdapat sumur yang pernah digunakan Pangeran Diporegoro untuk berwudhu.

Bagian dalam bangunan 
Hal itu sedikit mengurangi sisi historis dari tempat tersebut. Open court dikelilingi beberapa ruangan yang saat ini digunakan sebagai tempat pertemuan. Pada bagian belakang juga tersedia fasilitas berupa mushola dan toilet.

Open court juga menghubungkan area depan benteng dengan area dibelakang yang memiliki dua lorong untuk menuju ke tangga.

Untuk tangga bagian belakang berukuran lebih kecil dan terbuat dari bata semen yang dilapisi dengan ubin.

Tangga bagian belakang bangunan digunakan untuk mengakses ruangan semi terbuka yang ada dilantai dua.
Untuk lantai, plafond dan kolom baloknya juga terbuat dari kayu jati.

Di Benteng Willem II kita bisa menikmati suasana bangunan sambil mengenang sejarah tempat dimana Kolonial Belanda pernah berkuasa beberapa ratus tahun yang lalu. Tak disangka bukan, Ungaran memiliki bangunan kuno yang terawat seperti ini?  Jadi, jangan bosan mengubek-ubek Kabupaten Semarang. Banyak hal seru bisa seulur temukan di kota ini.

(Kontributor: Aryani Prabaningrum,  Ungaran)

2 komentar:

  1. Pertahanan jaman dulu pakai benteng
    Sekarang sudah berubah
    Terima kasih reportasenya
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kunjungannya pakde...semoga pakde bisa berkunjung ke kota kami :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...